Balikpapan-Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Ustaz H Anton Medan saat ini giat melakukan dakwah di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Pada Jumat (14/9/2018) Anton memberikan ceramah sekaligus memberikan motivasi kepada ratusan warga binaan di Rutan Kelas II Balikpapan. Dalam ceramahnya Anton menuturkan penjara bukan tempat menghukum orang tetapi tempat membina orang.
“Siapa bilang penjara tempat menghukum orang. Itu tidak benar. Makanya saya doakan karutan dan petugas rutan masuk sorga,” kata pria yang keluar masuk penjara selama 18 tahun di 14 penjara ini.
Menurutnya, penjara merupakan tempat belajar yang baik.
“Presiden Soekarno pernah mengatakan bahwa penjara merupakan universitas terbaik untuk mendidik orang,” terang pria yang pernah dihukum di penjara Nusa Kembangan ini.
Makanya terang Anton, selama menjalani hukuman harus ada perubahan, terutama dalam mendalami ilmu agama.
“Ada orang bisa lolos dari pengadilan dunia karena uang dan kekuasaan. Tapi orang itu, tak bisa lolos dari pengadilan akhirat,” terang pria murah senyum ini.
Bagi para warga binaan ia mengingatkan, agar tidak perlu kecewa, karena setiap orang pernah berbuat kesalahan.
“Allah tidak akan merubah nasib kita, kalau kita tidak berusaha merubah,” katanya.
Menjadi seorang narapidana (napi) tidak perlu kecewa. Apalagi kalau merasa sudah tidak memiliki masa depan.
“Siapa bilang napi tidak punya masa depan?. Contohnya Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dan Presiden Soekarno pernah masuk penjara. Bahkan saya sendiri yang masuk keluar penjara selama 18 tahun 7 bulan memiliki 438 lapak pecel lele,” tandasnya.
Selaku pendakwah dirinya mengingatkan kepada warga binaan setelah bebas agar perlahan-lahan merubah sikap.
“Tidak ada agama yang jelek. Tapi yang ada orangnya yang buruk lantaran tidak mau mentaati aturan agama. Alhamdulillah setelah saya masuk Islam saya merasakan kebahagiaan lahir dan bathin,” akunya.
Sekadar diketahui, Anton Medan lahir dengan nama Tan Kok Liong. Ia lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, 1 Oktober 1957. Anton merupakan mantan perampok dan bandar judi yang kini telah insaf. Ia memeluk agama Islam sejak 1992. Ia mendirikan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami’ Tan Kok Liong. Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris PITI Balikpapan Budianto mewakili Ketua PITI Balikpapan HM Johny NG serta Kepala Rutan Kelas II B Balikpapan, Febie Dwi Hartanto.(sb-01)