Balikpapan-Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud membuka acara penyampaian saran dan kebijakan peningkatan daya saing UMKM Indonesia di pasar ASEAN melalui perlindungan HKI perluasan akses pendanaan, di Aston Hotel, Kamis (4/10/2018). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber masing-masing Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri Ade Putranto memaparkan tentang peluang UMKM Indonesia di Pasar ASEAN, Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan Kementrian Hukum dan HAM Dr Molan Karim Tarigan yang memaparkan tentang pentingnya perlindungan kekayaan intelektual untuk pengusaha UMKM dalam menembus pasar regional dan internasional, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Balikpapan Doortje Marpaung memaparkan potensi UMKM Balikpapan dalam menembus pasar regional dan internasional serta Chairil Anwar dari Bank Mandiri Balikpapan memaparkan tentang perluasan akses pendanaan untuk UMKM. Sedangkan moderator Malik Effendi dari Dinas Koperasi dan UMKM Balikpapan.
Wawali Rahmad Mas’ud dalam sambutannya menuturkan, UMKM sangat penting untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Di China ekonominya maju. Salah satunya karena peran UMKM. Bahkan karena UMKM ekonomi China menguasai dunia,” kata Wawali Rahmad Mas”ud.
Diakui Rahmad untuk memiliki usaha masalah modal sebenarnya tidak selalu menjadi kendala.
“Memang uang bukan segala-segalanya, tapi segala-segala butuh uang,” terang Rahmad.
Menurut Rahmad, Balikpapan sebagai kota jasa, industri, perdagangan dan pariwisata sangat baik untuk mengembangkan usaha. Apalagi kotanya aman.
“Kalau kotanya aman pasti investor tertarik untuk berinvestasi. Karena bisnis adalah trust atau kepercayaan,” katanya.
Selaku wawali, dirinya sangat mendukung UMKM berkembang di Kota Balikpapan.
“Jujur saja kita agak susah maju dan berkembang karena pembiayaan usaha maupun pembangunan masih bergantung pada APBD maupun APBN. Coba lihat China sangat maju ekonomi masyarakatnya. Salah satunya karena UMKM yang maju pesat. Jadi sudah saatnya kita menciptakan lapangan kerja bukan lagi mencari pekerjaan,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri Ade Putranto, dalam sambutanya mengatakan, kualitas UMKM di Indonesia tidak kalah dengan luar negeri seperti di Manila Philipina.
“Kualitas UMKM di indoneaia tidak kalah dengan luar negeri, makanya kami dari Kemenlu sedang membangun diplomasi ekonomi agar hasil-hasil UKM di Indonesia bisa menembus pasar ASEAN,” katanya.
Untuk pasar ASEAN diakui Ade Putranto, sektor UMKM mulai menjadi andalan setelah ekonomi dunia mengalami kelesuan.
“Sekarang ini UMKM telah menjadu tulung punggung perekonomian ASEAN kecuali negara Singapura yang cukup maju di tingkat ASEAN,” tandasnya.
Ia menyarankan agar UMKM memiliki daya saing maka pemerintah daerah aktif menggelar pelatihan dan pendidikan UMKM.
“Sekarang ini UMKM berkembang pesat. Kalau saya tidak salah UMKM ini mampu menyediakan 50 sampai 80 persen lapangan kerja di masyarakat,” pungkasnya.(sb-01)