Balikpapan-Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Balikpapan mencatat Januari-Oktober 2018 berhasil mengungkap penyelundupan narkotika jenis sabu sebanyak 1.117 gram.
“Untuk barang bukti narkoba tahun ini lebih tinggi dari sebelumnya. Namun tersangkanya berkurang,” ujar Kepala BNNK Balikpapan Kompol Muhammad Daud, kepada Suara Balikpapan, Jumat (26/10/2018).
Tercatat ada 17 jaringan sabu di Balikpapan berhasil di ungkap dengan total 37 tersangka masuk bui. Pelakunya pun baik menjadi kurir, pengedar hingga bandar.
“Ada yang sedang proses, sidang dan sudah divonis. Dan juga ada yang masih kita lakukan pengembangan,” akunya
Selain masuk bui, para pelaku yang tertangkap juga ada yang rehabilitasi karena terbukti sebagai pengguna narkoba dengan total 32 orang rawat inap dan 56 rawat jalan yang dilakukan BNNK Balikpapan.
“Ada korban, maupun voluntir, ini diserahkan sama keluarga untuk disembuhkan,” akunya.
Daud mengakui, bahwa kawasan Balikpapan Barat menjadi surga para pengedar dan pengguna barang haram tersebut.
“Daerah merah tetap berada di Balikpapan Barat. Namun kesini, kami mengungkap kasus, sudah mengarah ke daerah timur,” jelasnya.
Dari berbagai jenis narkoba, sabu masih menjadi primadona para penikmat narkoba.
“Sabu masih nomor satu. Simple penyimpanannya, bisa digunakan banyak orang. Bayangkan 1 gram bisa dipakai minimal 15 orang,” pungkasnya.(sb-02)