Balikpapan-Antrean truk solar di SPBU Kebun Sayur, Jalan Letjend Soeprapto semakin mengkhawatirkan. Antrean BBM ini bukan hanya di bahu jalan sekitar Lapangan Foni tetapi sudah sampai ke Kantor Camat Balikpapan Barat hingga simpangan traffick light (lampu merah).
“Saya kira ini sangat berbahaya bagi pejalan kaki maupun pengendara roda dua dan empat,” kata anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Mauliddin, kepada suarabalikpapan.com Minggu (18//2018) malam.
Menurutnya, antrean kendaraan ini mulai tidak terkendali karena terkesan ada pembiaran dari instansi terkait seperti Dishub, polisi lalulintas serta Pertamina.
“Akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu terlihat padatnya antrean truk, bahkan sempat menutup sebagian jalan. Padahal Jalan R Suprapto cukup padat keluar masuk kendaraan sehingga antrean truk ini telah mengganggu arus lalulintas,” ujar politisi Partai NasDem ini.
Seharusnya kata Mauliddin instansi terkait seperti Pertamina, Dishub dan aparat kepolisian langsung merespon antrean tersebut sehingga tidak menganggu arus lalulintas.
“Harusnya ada aparat yang mengatur arus lalulintas saat jam-jam padat kendaraan yang melintas di lokasi tersebut,” kata Mauliddin.
Ia berharap Pertamina membuka SPBU bagi truk-truk solar ini di kawasan Alam Baru Somber sehingga tidak terjadi antrean truk di kawasan Jalan R Suprapto.
“Di Jalan Alam Baru Somber lebih luas sehingga bisa mengurangi kemacetan truk-truk yang antre solar,” terangnya.
Selaku wakil rakyat, dirinya merasa aneh karena di Balikpapan tempat pengolahan minyak, tetapi truk kesulitan mendapatkan solar.
“Inikan aneh Balikpapan terdapat kilang pengolahan minyak milik Pertamina, tapi kok masih ada truk yang antre solar,” sindirnya.(sb-03)