Balikpapan(SB)-Belakangan ini sering diberitakan adanya ribuan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang tercecer karena dibuang begitu saja di tempat- tempat tertentu. Tercecernya e-KTP ini menjadi sorotan utama partai politik, karena dikait-kaitkan dengan dugaan penggelembungan suara daftar pemilih tetap (DPT) jelang Pemilu yang akan digelar 17 April 2019.
Demikian diungkapkan
Sekretaris Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan Hasbullah Helmi, kepada suarabalikpapan.com usai menerima kunjungan rombongan anggota DPRD Kota Metro Lampung, Provinsi Lampung, Senin (10/12/2018).
Menurut Helmi, kuat dugaan e-KTP yang tercecer itu merupakan e-KTP rusak atau tidak terpakai lagi.
“Mungkin itu e-KTP lama dan rusak. Kalau di Balikpapan sudah kita amankan, bahkan sudah kita bolongin serta dilakukan pengguntingan, sehingga tidak bisa terpakai lagi. Biasanya e-KTP yang tercecer itu adalah e-KTP yang sudah kedaluarsa,” ujar mantan Camat Balikpapan Tengah ini.
Helmi menjelaskan, di Balikpapan seluruh e-KTP yang rusak kurang lebih 10 ribu keping, tetapi sudah amankan.
“Tetapi kalau bukti e-KTP rusak itu diminta oleh Mendagri kami akan serahkan. E- KTP rusak itu aman karena kami simpan di gudang supaya tidak tercecer,” pungkasnya. (sb-02).