Balikpapan(SB)–Jumlah kasus narkotika dan obat terlarang (narkoba) masih menempati urutan pertama dari kasus tindak pidana yang lain di Kota Minyak. Pada tahun 2018 tercatat 336 kasus sedangkan pada 2017 hanya 251 kasus atau terjadi peningkatan 25,3 persen.
Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta mengaku, bahwa pengungkapan kasus narkoba menempati urutan pertama. Hal ini menandakan peredaran narkoba di Balikpapan semakin marak.
“Narkoba masuk dalam urutan pertama dari 10 kasus di Balikpapan. Ada 336 kasus selama 2018 artinya ini hampir setiap hari ada pengungkapan kasus narkoba. Kita tentu bangga sekaligus prihatin bahwa peredaran narkoba sudah semakin banyak,” kata Wiwin.
Dia berharap peran serta masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap keluarga masing-masing agar terhindar dari bahaya narkoba.
“Bahaya narkoba merupakan bahaya bersama semua lapisan masyarakat hingga lingkungan terkecil. Seperti keluarga yang harus membatasi diri dalam bergaul,”pintanya.
Komitmen tersebut juga ditujukan institusi Polri di lingkungan Polres Balikpapan yang sebelumnya telah melakukan pemecatan terhadap dua anggota Polres Balikpapan yang terbukti menggunakan narkoba.
“Komitmen kami jelas bahwa sebelumnya dua anggota Polisi sebagai pemakai diproses lalu dipecat. Jadi kami tidak main-main dengan kasus narkoba yang jelas sudah dibina tetapi mereka tetap mengulangi perbuatannya,” pungkasnya.(sb-02)