foto:suarabalikpapan.com
SAMPAIKAN ASPIRASI:Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Balikpapan melakukan long march menuju gedung DPRD Balikpapan.

Balikpapan(SB)– Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Balikpapan melakukan aksi damai, di gedung DPRD Balikpapan, Senin (18/2/2019) siang.
Aksi dimulai pukul 11.30 wita diwarnai aksi long march dan teatrikal tentang nasib warga yang kena musibah banjir dengan badan penuh lumuran darah. Selain itu ada juga mahasiswa yang menggunakan topeng tikus sebagai simbol prihatin terhadap adanya dugaan kasus korupsi yang terjadi di Balikpapan. Mereka juga membawa spanduk bertuliskan “Kami Tunggu Kedatangan KPK di Balikpapan” serta beberapa tuntutan dan rapor merah kinerja DPRD Balikpapan (lihat boks).
Para mahasiswa diterima Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra bersama unsur pimpinan DPRD dan OPD Balikpapan.
Menurut Koordinator Lapangan, Yosep Wahyudi Sitanggang aksi tersebut kali ini merupakan aksi lanjutan dari aksi sebelumnya yang dilaksanakan Senin (11/2/2019) yang berakhir ricuh.
“Aksi ini merupakan lanjutan aksi kemarin,” kata Yosep Wahyudi Sitanggang di sela-sela aksi.
Menurutnya, aksi kali ini masih mengawal tuntutan awal yakni penyelesaian beberapa kasus korupsi yang ada di Balikpapan dan masalah banjir yang masih menjadi keluhan warga.
“Kami tetap fokus mengawal tuntutan awal kami pada saat demo yang berakakhir ricuh,” akunya.
Menanggapi tuntutan mahasiswa tersebut Ketua DPRD Abdulloh mengatakan mengenai persoalan kasus korupsi, pihaknya tidak akan kemana-mana.
“Kami tidak akan kemana-mana. Kapan pun kami dimintai keterangan soal kasus korupsi kami siap. Dan setiap ada panggilan dari Polda soal kasus RPU, kami selalu hadir,” ujar Abdulloh.
Bahkan Abdulloh mengaku, dirinya siap mengawal kasus dugaan korupsi ini.
Sementara itu, mengenai persoalan banjir Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengakui, tidak ada warga Balikpapan yang menginginkan terjadinya banjir untuk itu, Pemkot Balikpapan tidak akan tinggal diam terhadap persoalan banjir ini.
“Tahun ini kami siapkan anggaran untuk penanganan banjir kurang lebih Rp 100 miliar. Anggaran itu untuk pembebasan lahan Sungai Ampal dan lain-lain,” kata pria murah senyum ini.(sb-02).

RAPOR MERAH MAHASISWA UNTUK DPRD
1.Penyelesaian kasus korupsi (E)
2.Penyelesaian persoalan banjir (E)
3.Persoalan pendidikan (C)
4.Kesejahteraan atlet (E)

TUNTUTAN MAHASISWA
1.Menuntut Polda Kaltim untuk mempercepat penyidikan kasus korupsi RPU
2.Menuntut Polres Balikpapan untuk mempercepat penyidikan kasus korupsi TPU
3.Meminta DPRD Kota Balikpapan untuk mengawal kasus korupsi RPU&TPU
4.Mendesak Pemkot Balikpapan untuk menyelesaikan persoalan banjir di Balikpapan
5.Menuntut transparansi penggunaan anggaran penanggulangan banjir dari tahun 2014-2019
6.Mendukung lahan eks Puskib menjadi taman kota oleh Pemkot Balikpapan

Sumber:Cipayung Balikpapan