BAHAS ANTREAN BBM:RDP manajemen Pertamina RU V dan Komisi III DPRD Balikpapan

Balikpapan (SB)-Komisi III DPRD Balikpapan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Manajemen PT Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan, di ruang kerja komisi, Senin (27/2/19)siang.
Dalam pertemuan tersebut anggota Komisi III Baharuddin Daeng Lala meminta kepada pihak Pertamina agar melakukan penjadwalan ulang terhadap sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Balikpapan sehingga tidak menyebabkan antrean BBM cukup panjang.
“Saya berharap ada SPBU yang membuka 24 jam supaya tidak terjadi antrean yang cukup panjang. Seperti SPBU di Km 9 supaya antrean tidak menumpuk di dalam kota,” ujar politisi Partai Hanura ini.
Hal senada diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Nazaruddin, ia berharap kepada pihak Pertamina agar segera mengarahkan kendaraan yang antre BBM di dalam kota ke SPBU Km 9 dan Km 24 agar kendaraan tidak menumpuk di dalam kota.
“Saya juga meminta kepada Pertamina agar mendata SPBU-SPBU nakal yang ada di Balikpapan,” pintanya.
Sementara itu, Achmad Tohir dari Pertamina mengaku, sejumlah pihak telah mengeluhkan adanya antrean BBM tersebut di siang hari. Seperti Dishub, hingga Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.
“Rencananya kami akan menggunakan sistem e-money Bank Mandiri untuk meminimalisasi terjadinya antrean BBM yang cukup panjang, seperti yang telah dilakukan di Kota Batam dan Makassar sehingga penggunaan BBM lebih terkontrol terutama solar,” kata Achmad Tohir. Transaksi BBM menggunakan e-money Mandiri cukup menggunakan kartu saldo isi ulang yang ditempelkan pada tapping. Transaksi sesuai dengan kebutuhan BBM. Apabila saldonya telah habis bisa diisi ulang.(sb-03).