Nazaruddin

Balikpapan(SB)-Sampai saat ini masih sering terlihat pengendara asyik merokok saat membawa kendaraan baik roda dua maupun empat. Padahal, merokok saat berkendara rawan terjadi kecelakaan lalulintas (lakalantas) karena mengganggu konsentrasi pengendara serta membuat tidak nyaman bagi pengendara lainnya.
Demikian diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Nazaruddin, menurutnya pemerintah telah mengeluarkan aturan dilarang merokok saat membawa kendaraan lewat Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 12 Tahun 2019, tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan kepentingan masyarakat diterbitkan dan diberlakukan mulai 11 Maret 2019. Peraturan menteri ini dikuatkan oleh Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda Rp 750 ribu.
“Saya mengimbau kepada masyarat agar tidak merokok saat berkendara karena sanksinya lumayan berat,” kata Nazaruddin, kepada suarabalikpapan.com Selasa, (2/4/2019).
Untuk di Balikpapan, terang Nazaruddin, dirinya masih sering melihat berkendara sambil merokok terutama di traffick light (lampu merah) sehingga menganggu pengendara lainnya.
“Saya berharap para pengendara mentaati peraturan dari Kemenhub demi keselamatan bersama sehingga terhindar dari sanksi kurungan tiga bulan dan denda Rp 750 ribu,” pungkasnya.(sb-03)