SAMPAIKAN ASPIRASI:Sri Hastuti (berdiri) saat menyampaikan sulitnya mengurus sertifikat halal di sela-sela FGD DPRD di Hotel Grand Senyiur.

Suarabalikpapan.com-Sejumlah pengusaha UKM mengaku kesulitan mendapatkan sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Sangat disayangkan untuk memperoleh sertifikasi halal dari LPPOM tidaklah mudah,” kata Ketua Koperasi Pedagang Pelabuhan Semayang Balikpapan, Sri Hastuti di sela-sela FGD DPRD Balikpapan yang membahas kajian naskah akademik Raperda Jaminan Produk Halal di Hotel Grand Senyiur, Kamis (2/5/2019).
Ia berharap kedepan, para pengusaha UKM diberi kemudahan untuk memperoleh sertifikasi halal. Bahkan, untuk memperpanjang sertifikasi halal harus mengikuti penyuluhan minimal 24 orang peserta dengan biaya Rp 350 ribu untuk setiap peserta.
“Jadi untuk memperpanjang pengurusan sertifikasi halal ini sama seperti mengurus baru karena waktunya cukup lama serta ada tambahan biaya pengambilan,” keluhnya.
Melalui kajian Raperda Jaminan Produk Halal ini ia berharap pengurusan sertifikat halal ini regulasinya dipermudah, begitu juga dengan masa berlakunya agar tidak terlalu singkat.
“Saya berharap waktu berlakunya bisa lebih dari dua tahun,” pinta Sri Hastuti. (sb-03)