BERSAHAJA:Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Aminuddin

Suarabalikpapan.com-Kelanjutan pembangunan Supermal di lahan eks-Puskib, Jl Ahmad Yani Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah semakin tidak jelas lantaran aktivitas pembangunannya sudah terhenti cukup lama alias mangkrak kurang lebih 7 tahun.
Mega proyek senilai kurang lebih Rp 1,3 triliun ini hasil kerjasama antara Pemprov Kaltim, melalui Perusda Melati Bhakti Satya (MBS), dengan pihak investor Grup Lippo, PT Sinar Balikpapan Development telah dilakukan ground breaking oleh Gubernur Kaltim 3 Juli 2012 lalu. (lihat data).
Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, H.Aminuddin, seharusnya lahan yang mangkrak tersebut segera dimanfaatkan sehingga berguna bagi masyarakat Balikpapan.
“Saya usulkan lahan eks-Puskib tersebut lebih baik dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) soalnya di Balikpapan Tengah minim fasilitas untuk ruang publik,” kata Aminuddin kepada media ini, di ruang kerjanya, Rabu (15/5/2019).
Ia menuturkan ada beberapa ruang publik yang sangat bagus dicontoh oleh Pemkot Balikpapan. Seperti RTH di Kota Batu Malang, Jawa Timur.
“RTH di Kota Batu sangat bagus karena terdapat fasilitas untuk bermain anak-anak maupun untuk tempat bersantai. Selain itu terdapat juga fasilitas kuliner sehingga membuat pengunjung merasa nyaman,” ujar anggota DPRD dari Dapil Balikpapan Tengah ini.
Untuk pembangunan RTH, ia menilai tidak terlalu menyedot anggaran sehingga Pemkot Balikpapan tidak kesulitan untuk membangunanya.
“Saya kira membangun RTH tidak membutuhkan biaya cukup besar, tapi justru manfaat bagi masyarakat cukup besar. Selain itu juga berpotensi meningkatkan PAD Kota Balikpapan,” kata politisi Gerindra yang berpeluang kembali duduk sebagai anggota DPRD Balikpapan periode 2019-2024.
Pembangunan Supermal ini telah memakan korban yakni pembongkaran Kantor Camat Balikpapan Tengah dan Kantor Lurah Mekar Sari.(sb-01).

DATA PEMBANGUNAN SUPERMAL

Lokasi : Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah
Anggaran : Rp 1,3 Triliun
Investor : Grup Lippo, PT Sinar Balikpapan Development
Join Kerjasama : Pemprov Kaltim melalui Perusda MBS
Ground Breaking : 3 Juli 2012
Mangkrak : Sekira 7 Tahun
Sumber : Berbagai Sumber