SERIUS:Kasum Joni Supriyanto saat meninjau persiapan Satgas Pamtas RI-Malaysia, di Mako Batalyon 600 Raider Modang, Manggar

Suarabalikpapan.com,BALIKPAPAN-Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto mengecek dan memeriksa kesiapan operasi 450 prajurit pada gelar Pasukan Satgas Yonif Raider 600 Modang dalam rangka tugas Ops Pamtas RI-Malaysia di Mako Batalyon 600 Raider Modang, Manggar, Sabtu (15/6/2019).
Kasum Joni Supriyanto dan rombongan bersama Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto dan jajaran tiba sekitar pukul 09.33 Wita, di Markas Batalyon Raider 600 Modang dan langsung menuju ruangan yang telah disiapkan untuk menerima paparan kesiapan pelaksanaan tugas oleh Danyonif Raider 600 Modang Mayor Inf Ronald Wahyudi. Usai menerima paparan, Kasum TNI dan Pangdam VI/Mlw beserta seluruh rombongan langsung menuju aula batalyon.
Pada pengarahannya dihadapan para prajurit Satgas Pamtas Yonif R 600 Modang, Kasum Joni Supryianto menyikapi perkembangan demokrasi saat ini, maka sebagai prajurit yang profesional harus tetap memegang teguh netralitas TNI.
“Kemudian berkaitan dengan perkembangan peradaban dan teknologi, seperti media sosial maka seluruhnya harus bijak, cerdas dan dewasa. Prajurit TNI harus berkomitmen membangun soliditas dengan instansi dan masyarakat demi utuhnya dan tegaknya NKRI,” tuturnya.
Diakhir pengarahan Kasum Letjen TNI Joni Supriyanto mengatakan tentang tingkat kepercayaan publik pada TNI sangat tinggi yaitu 95 persen.
“Masyarakat sangat percaya pada TNI, karena benar-benar terwujud secara nyata dalam melaksanakan tugas sesuai pengabdian. Oleh karena itu, tetaplah jaga kehormatan dan kepercayaan yang telah diberikan tersebut demi keutuhan NKRI yang kita cintai bersama,” tutup Letjen Joni Supriyanto.
Sementara itu, Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Kav Dino Martino mengatakan, prajurit yang dikirim di perbatasan RI – Malaysia nantinya terlibat dalam Satuan Tugas pengamanan perbatasan yang memiliki tugas melaksanakan pengecekan patok perbatasan, mencegah penyeludupan barang illegal dari daerah perbatasan.
Selain itu juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan Bakti TNI dengan menjadi guru bantu untuk mengajar dan memberi bantuan terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan termasuk memberikan penyuluhan pertanian.
“Sebelum dinyatakan siap berangkat tugas, para prajurit ini terlebih dahulu menjalani pembekalan serta sejumlah pelatihan dalam Pratugas yang diberikan oleh berbagai instansi yang berwenang,” kata Dino.(sb-02)