BUATAN SENDIRI:Berkat komsos dialogis Kodam VI/Mlw, masyarakat di perbatasan RI-Malaysia menyerahkan senjata rakitannya

Suarabalikpapan.com,TARAKAN-Petugas kodim dan Satgas Pengamanan Perbatasan Kodam VI Mulawarman (Mlw) di wilayah Kalimantan Utara berhasil merebut hati warga (winning the heart) di wilayah perbatasan RI-Malaysia. Mereka akhirnya menyerahkan berbagai senjata rakitan yang selama ini disimpan untuk tujuan tertentu.
Komunikasi sosial (komsos) dialogis sebagai metode komunikasi yang selama ini dilaksanakan satuan jajaran Kodam VI/Mlw secara intensif dengan para tokoh masyarakat, adat, pemuda dan agama di wilayah Kalimantan Utara telah memberikan hasil nyata di lapangan. Berkat komsos dialogis yang berjalan intens, masyarakat Nunukan dan wilayah perbatasan secara sukarela menyerahkan kurang lebih 160 pucuk senjata rakitan.
Warga perbatasan menyadari bahwa kepemilikan senjata api rakitan secara pribadi adalah tindakan yang menyalahi aturan dan undang-undang, sehingga mereka secara ikhlas dan sukarela mau menyerahkan berbagai jenis senjata api rakitan kepada personel Babinsa dan personel satgas.
Keberhasilan komsos dialogis ini ditandai banyaknya senjata yang diserahkan kepada prajurit Kodam VI/Mlw yang bertugas di daerah Nunukan, Sebatik, dan Malinau sebagai bagian dari tugas TNI menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jumlah keseluruhan senjata api rakitan hasil komsos dialogis dan pendekatan secara persuasif, baik Satgas Pamtas Yonif 611/Awl, Yonif 621/Mtg, aparat kewilayahan telah berhasil mengumpulkan 160 pucuk senjata rakitan yang terdiri dari 159 pucuk senapan panjang rakitan dan satu pucuk pistol rakitan.
Berkat upaya yang dilaksanakan prajurit yang bertugas di perbatasan, masyarakat telah memahami bahwa memiliki senjata yang selama ini menjadi alat untuk berburu telah menyalahi Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang Larangan Memiliki Senjata Api Ilegal, yang sebagian besar senjata tersebut berupa senjata penabur.
Masyarakat juga merasa menjadi bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan wilayah Indonesia di perbatasan dengan menjadi mata dan telinga personel TNI AD, baik Babinsa maupun yang tergabung dalam personel Satgas Pamtas, untuk memberikan informasi terkait masalah pengamanan di daerahnya. Hal itu menunjukkan keberhasilan pelaksanaan tugas TNI di wilayah perbatasan.
Tidak hanya berhasil secara fisik, namun juga nonfisik. Warga perbatasan memiliki tanggung jawab dan kesadaran untuk ikut mengamankan dan menjaga kedaulatan wilayah NKRI khususnya di wilayah Kalimantan Utara yang juga menjadi tanggung jawab Kodam VI/Mlw.
Semua jenis senjata rakitan hasil penyerahan sebanyak 160 pucuk, saat ini berada di Kodim 0907 Tarakan dan di bawah pengawasan Tim Pal Aju Tarakan. Rencananya akan dilaksanakan pemusnahan secara simbolis oleh para pejabat kodam dan instansi terkait. Ini sebagai bagian dari penciptaan suasana damai di wilayah perbatasan Kalimantan Utara sebagai serambi depan perbatasan Indonesia. Upaya yang telah dilaksanakan oleh prajurit Kodam VI/Mlw mendapat apresiasi positif dari pemerintah daerah setempat, hasil komunikasi sosial dialogis, dan persuasif yang telah dilaksanakan juga meningkatkan pemahaman kepada masyarakat perbatasan bahwa mereka juga menjadi bagian penting untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama di perbatasan.
Hal itu dapat tergambar dalam proses penyerahan senjata oleh masyarakat, hampir sebagian besar penyerahan senjata dilakukan secara sadar dengan cara mengantar secara pribadi serta menyerahkan senjata api rakitannya kepada para Babinsa yang bertugas di kodim perbatasan dan para personel di pos satgas pengamanan perbatasan yang berada di dekat permukiman mereka. (sb-02)