Mieke Henny

Suarabalikpapan.com,BALIKPAPAN-Penerapan sistem zonasi
pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 diharapkan bukan hanya untuk pemerataan jumlah siswa di setiap sekolah, tetapi juga pemerataan jumlah sekolah, SDM atau tenaga pengajar serta tenaga pegawai administrasi. Demikian diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Mieke Henny, kepada suarabalikpapan.com, di ruang kerjanya, Kamis(11/7/2019).
“Semua itu untuk menghilangkan stikma sekolah favorit.Jadi kedepan semua sekolah yang ada di Balikpapan kualitasnya sama. Jadi guru-guru yang mengajar terlalu lama di sekolah favorit juga harus diroling untuk pemerataan kualitas guru,” kata politisi Partai Demokrat ini.
Diakui Mieke, Balikpapan memang belum siap melaksanakan sistem zonasi. Seperti kesiapan sarana prasarana, SDM atau tenaga pendidik.
“Untuk guru-guru saya kira perlu juga diroling. Soalnya saya dapat informasi ada yang sudah 15 tahun mengajar di satu sekolah. Jadi jangan hanya siswa yang ikut aturan,” tandasnya.
Selain itu, perlu juga penambahan ruang belajar dan penambahan sekolah terpadu.
“Kami berharap lahan-lahan yang merupakan aset Pemkot Balikpapan jangan dibiarkan nganggur, lebih dimanfaatkan untuk pembangunan sekolah. Kami juga berharap ada beberapa sekolah yang sudah mati suri seperti SMK Gajah Mada (Gama) di Gunung Sari lebih baik diambil alih oleh pemkot untuk merger sehingga persoalan yang terjadi saat PPDB setiap tahun bisa diminimalisasi,” pungkasnya.(sb-02).