David Mario Ugak

Suarabalikpapan.com,SANGATTA –Adanya rencana Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kutim Yulianus Palangiran dan calon orang tua siswa untuk melakukan aksi unjuk rasa lantaran puluhan siswa dari Desa Singa Gembara tidak diterima di SMA Negeri 2 Sangatta Utara akibat diberlakukannya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi. Mendapat tanggapan dari Pemerhati Pendidikan Kutim David Mario Ugak.
“Sebenarnya tidak perlu menggelar aksi unjuk rasa, jika masih dapat dibicarakan dengan baik-baik, marilah kita duduk bersama. Marilah dicari tahu apa penyebab sampai 20 siswa tersebut tidak bisa diterima di SMAN 2 Sangatta Utara,” kata David Mario Ugak, kepada suarabalikpapan.com, pada Jumat (12/7/2019).
David Mario yang juga tokoh agama Kutim menyayangkan, jika Yulianus selaku anggota DPRD ikut-ikutan mengajak warga untuk melakukan aksi unjuk rasa.
“Saya kira ini tugas pemerintah dan legislatif untuk meningkatkan anggaran di sektor pendidikan, terutama untuk pembangunan sekolah, penambahan ruang kelas, hingga penambahan kuota siswa pada pelaksaanaan PPDB,” ujar Mario Ugak.
Dia juga berharap ada evaluasi dari seluruh elemen terkait sehingga persoalan saat penerimaan siswa baru tidak terulang kembali pada tahun yang akan datang.
“Saya rasa beliau (Yulianus Palangiran,red) cukup arif dan bijaksana dalan menyikapi aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Artinya setiap penerimaan siswa baru ada proses seleksi untuk menjaga kualitas pendidikan berdasarkan uji kompetensi,” tutupnya.(sb-05).