by

Banmus DPRD Paser Kunjungi Yogyakarta, Pelajari Penyusunan dan Penginputan Kegiatan Ke SIPD dan Pokir DPRD

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Paser melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke kantor DPRD Kota Yogyakarta, pada Selasa (6/4). Kunker dalam rangka penyusunan dan penginputan kegiatan kedalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) dan Permasalahan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

Kunker dipimpin Ketua DPRD Hendra Wahyudi didampingi Wakil Ketua II Fadly Imawan, anggota Banmus Fathur Rahman, Sri Nordianti, Budi Santoso, dan Aspiana. Rombongan Banmus DPRD Paser ini diterima oleh Kasubag Humas Protokol dan Publikasi Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta Edy Wijayanti di ruang rapat 1 DPRD Kota Yogyakarta.

Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi mengatakan, kedatangan pihaknya ke DPRD Yogyakarta untuk berdiskusi terkait implementasi aplikasi SIPD khususnya penyampaian Pokir DPRD.

“Kami ingin belajar terkait implementasi aplikasi SIPD yang tentunya  ada hal-hal baik yang bisa kami contoh sehingga dapat membantu kami dalam melaksanaan tupoksi DPRD, sebagai unsur penyelenggara pemerintahan di daerah,” kata Hendra.

Ia mengaku, saat ini DPRD Paser telah menyelesaikan proses penginputan pokir melalui aplikasi SIPD pekan lalu sesuai Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.

“Bahwa pokor DPRD disampaikan kepada kepala Daerah selambat-lambatnya tujuh hari sebelum pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten” akunya

Ia mengatakan saat berkunjung dan berdiskusi dengan Kasubag Humas Protokol dan Publikasi Sekertariat DPRD Kota Yogyakarta Edy Wijayanti, ia menjelaskan tentang kegiatan yang dilakukan DPRD Kota Yogyakarta sepenuhnya telah direncanakan oleh banmus. Semua kegiatan yang dilakukan DPRD  Yogyakarta telah terjadwal dan dilegalkan oleh Banmus serta disahkan diparipurna, apabila dalam pelaksanaannya ada kegiatan-kegiatan mendesak yang belum terjadwal akan dilakukan Banmus perubahan kemudian di paripurnakan kembali.

“Jadi sistem mereka ada Banmus perubahan untuk mengkaver kegiatan yang sifatnya dadakan dan tidak terjadwal,” ucapnya.

“Pihak DPRD Yogyakarta mengakui Aplikasi SIPD yang di gunakan ini belum sempurna di tahapan penatausahaannya saja, kalau untuk komponen yang lain mereka tidak mendapatkan kendala sama sekali, adapun tahapan komponen penatausahaan yaitu apabila telah menjadi dokumen APBD kemudian ingin dijalankan dan dilakukan proses pencairan atas konsekuensi dari sebuah kegiatan maka itu yang di sebut komponen penatausahaan dan komponen itu yang belum sempurna dalam aplikasi SIPD,” jelasnya

Ia menjelaskan, pihak Sekertariat DPRD Kota Yogyakarta sendiri mengakui bahwa SIPD merupakan aplikasi baru yang belum bisa dikatakan sempurna sebagai alternatif sehingga pihaknya masih memanfaatkan sistem lama yaitu  Sistem Informasi Manajemen Daerah (Simda) keuangan.

“Dalam proses  pencairan dalam kegiatan mendokumentasikan, mengadministrasikan, serta mengolah data pembangunan daerah mereka masih memakai Simda Keuangan sambil menunggu aplikasi Simda ini di sempurnakan oleh pihak Kementrian” ungkapnya

Pihaknya sangat bersyukur dengan adanya kunjungan ke DPRD Yogyakarta dan berkesempatan untuk berdiskusi tentang bagaimana proses dalam penyusunan dan penginputan dalam SIPD dan permasalahan pokir, mendapatkan referensi baru DPRD Paser dan akan dilakukan evaluasi agar bisa di jadikan acuan kedepan.

“Ini merupakan informasi yang sangat berharga bagi kami selaku Banmus DPRD Paser,” pungkasnya.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

290 views

Berita terkini