by

Banyak Pelaku Usaha Ritel Melanggar Aturan, Jarak Antar Swalayan Perlu Direvisi

BERDEKATAN:Usaha ritel di Balikpapan diduga banyak yang melanggar perda.

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Peraturan Daerah (Perda) Nomor Tahun 2016 tentang Penataan Dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan perlu direvisi. Pasalnya, di dalam perda tersebut pengaturan jarak antar swalayan berpotensi dilanggar oleh pelaku usaha.
Menurut Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Irawan, perda tersebut mengatur tentang penataan dan pembinaan pasar rakyat. Di dalam perda jarak itu, jarak antara pusat perbelanjaan dan ritel dengan pasar rakyat sekira 500 meter. Kemudian jarak antara pusat perbelanjaan 300 meter dan antar ritel modern 100 meter.
“Kami telah melakukan pengajuan revisi terkait jarak antara usaha toko swalayan,” kata Irawan.
Menurutnya revisi ini juga merupakan tindak lanjut dari laporan pelaku usaha yang merasa keberatan akibat terlanjur membuka toko swalayan dengan jarak berdekatan.
“Selain itu masih ada swalayan yang belum mengurus izin operasional pemanfaatan bangunan sebagai swalayan lantaran takut ditolak oleh instansi terkakit,” akunya.
Pelaku usaha takut mengurus izin ini karena khawatir takut ditolak akibat jarak antara swalayan dengan swalayan lain tidak sesuai dengan perda. Begitu juga dengan pelaku usaha ritel yang membuka toko tapi tidak sesuai dengan Perda.
“Akhirnya tak berani mengurus izin operasional pemanfaatan bangunan sebagai swalayan atau ritel karena tahu jaraknya melanggar Perda. Biasanya kami berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT),” pungkasnya.(sb-01).

banner 728x90

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed