Noor Thoha

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Syarat bakal calon wali kota kota dan wakil wali kota pada (Pilwali) Balikpapan 2020, untuk jalur independen atau perseorangan lebih muda dibanding pada Pilwali sebelumnya. Pasalnya, jumlah fotocopy KTP dukungan 8.5 persen dari jumlah Daftar Pemilihan Tetap (DPT) Kota Balikpapan sebanyak 464.411 jiwa atau sekitar 40 ribu jiwa. Syarat ini lebih sedikit jumlah KTP dukungan balon independen pada Pilwali 2016 lalu.
Data tersebut akan diserahkan bakal calon wali kota kepada KPU Kota Balikpapan Desember 2019, untuk dilakukan verifikasi.
“Selain itu, balon independen harus mengisi formulir BI-KWK, meliputi Nama, Alamat, NIK serta dipojok formulir ditempelkan fotocopy KTP pendukung,” kata Ketua KPU Kota Balikpapan, Noor Thoha kepada suarabalikpapan.com, diruang kerjanya, Selasa (17/9/2019).
Menurut Thoha, syarat dukungan harus tersebar secara merata di seluruh daerah pemilihan.
Setelah lengkap data dari pasangan independen, maka KPU akan melakukan verifikasi faktual sekali saja, dan tidak ada lagi perbaikan. Ia berharap pasangan independen menyerahkan dukungan diatas 40 ribu fotocopy guna menghindari Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Setelah semuanya data lengkap dan tidak ada permasalahan, maka KPU Kota Balikpapan akan mengumumkan hasil verifikasi faktual pada Maret 2020.
“Hasil dari keputusan itu sebagai syarat untuk mendaftar menjadi calon Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan 2020,” jelas Thoha. (sb-03).