by

Camat Edi Bantah Tak Lakukan Pengawasan Terhadap Aktivitas Pengupasan Lahan

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com- Camat Balikpapan Tengah Edi Gunawan membantah bahwa dirinya tidak aktif melakukan pengawasan terhadap aktivitas pengupasan lahan tanpa izin di wilayah kerjanya. Salah satunya aktvitas pengupasan lahan di wilayah Sumber Rejo.

“Jadi kalau dibilang tidak turun ke lapangan, saya cek ke lapangan bersama Satpol PP, lurah ada dokumentasinya tapi tahun lalu,”kata Camat Edi Gunawan, kepada media ini,  di ruang kerjanya, baru-baru ini.

“Kalau yang 500 kubik kan sudah ada izinya, selanjutnya kan ada dinas terkait yang mengawasi, ada yang menghitung berapa pajaknya kalau kita pengawasannya. Kemudian saya tidak mengikuti, tanah urukan itu di jual ke mana saya tidak ikuti perkembangan tersebut. Ya wajar masak saya harus nunggu di setiap simpang jalan  di situ menghitung berapa ret truk yang sudah melintas, pada bulan Desember 2020 lalu saya lewat daerah situ, saya lihat jalanan kok kotor dan ada truk keluar masuk mengangkut tanah uruk saya beri teguran kemudian dibersihkan,” katanya.

“Jadi tidak benar bahwa kami dan pihak kelurahan tidak pernah turun ke lapangan,  kalau di tempat kita berdiri saat waktu di lapangan kemarin, saya tidak pernah masuk, apalagi yang ada kaplingan gundul itu, benar benar saya tidak tahu informasi yang saya terima itu kaplingan tahun  2012 lalu sudah ada kaplingan itu dan sudah ada ijinnya dulu,” katanya.

“Yang saya tahu mengenai tanah kaplingan yang gundul tersebut itu begini, awalnya lokasi tersebut gunung tinggi yang di kupas untuk pengurukan pasar Beller, yang kedua informasi nya untuk pengurukan BSB, coba bayangkan BSB sudah terbangun sudah lama itu tanah uruknya dari gunung situ juga. Habis itu tidak ada kegiatan tinggal tanah tanah kapling yang setau saya hanya itu,” ujarnya.

“Kemudian yang saya tahu pemilik lahan (Joko) hanya melakukan pengupasan lokasi yang di bawah, dan setelah saya konfirmasi ke RT dan warga setempat itu tidak setiap hari ,hanya waktu tertentu kalau ada orang pesan tanah uruk baru ada kegiatan. Jadi tidak di kupas setiap hari,” katanya.

“Kalau setiap hari dilakukan aktifitas, sudah hancur jalanan di sana, warga setempat pasti tegur duluan. Perlu diketahui saya ketemu pak Joko hanya dua kali yang pertama waktu antar surat yang kedua hanya komunikasi lewat telepon saja, tapi kalau kenal dekat atau apa ya tidak, tahunya ya mereka punya lokasi di bawah selebihnya saya tidak tahu,” pungkasnya.(sb-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

39 views

Berita terkini