by

Dongkrak Pendapatan Daerah, Bapenda Paser Dorong Pembentukan Perda THM

TANA PASER,suarabalikpapan.com – Tempat Hiburan Malam (THM) yang berada di Kabupaten Paser sampai saat ini belum ada regulasinya atau izin yang mengatur seperti peraturan daerah (perda).

Menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bependa) Kabupaten Paser,  Afra Nahetha, pihaknya mendorong agar dibentuk Perda THM  sebagai payung hukum untuk penarikan pajak daerah yang sekarang belum maksimal.

Ia mengungkapkan, apabila THM punya payung hukum akan mempermudah penarikan pajak kepada pelaku usaha yang kerap menemui kendala di lapangan. “Apalagi kami selalu ditegur oleh kejaksaan berkaitan dengan pungutan pajak,” kata Afra.

Ia menjelaskan, target pendapatan daerah pada tahun 2020 sebesar Rp42 juta namun hanya terealisasi 83 persen dari target yang telah ditentukan. Ada Pajak THM yang tidak menghasilkan sama sekali atau nol rupiah, seperti pajak karaoke dan permainan billiar.

“Untuk biliar petugas agak takut karena banyak bodyguard di sana dan tidak bisa menagih. Selain itu petugas di lapangan saat mendatangi sering tidak gubris oleh pemilik usaha,” kata Afra Nahetha kepada awak media, di ruang kerjanya, Kamis (18/3/2021).

Apabila THM memiliki payung hukum, kata Afra, maka pihaknya akan lebih mudah dalam memungut pajak di lapangan. Apalagi Kabupate Paser merupakan daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN). Disisi lain, Perda THM dapat mengundang investor dari luar atau pun Kabupaten Paser sendiri.

“Dampak ekonomi, dengan adanya Perda tentunya banyak investor akan masuk, kemudian pendapatan daerah naik, efek ekonomi di lingkungan tempat usaha bagus, misalnya penerimaan tenaga kerja, muncul warung kopi, penjual sembako, dan sebagainya,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat di Paser yang akan melepaskan penat akibat banyak aktivitas dan pekerjaan, justru menghabiskan uang di Kota Balikpapan, Samarinda, dan Tabalong. Nah, ini menjadi pekerjaan rumah bagi Bapenda Paser.

“Mereka bekerja di Paser, cari hiburan di luar kota, uangnya tentunya berputar di sana bukan di wilayah kita, jika dimaksimalkan di wilayah kita, maka Paser akan menjadi seperti Bogor,” pungkasnya.

Saat, ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Satpol PP dan BPD untuk memaksimalkan sumber daya yang ada, tentunya untuk bersama-sama kelapangan dalam penertiban pelaku usaha yang tidak taat pajak.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

188 views

Berita terkini