by

DPRD dan Satgas Covid Gelar RDP, Evaluasi Penanganan Covid-19 di Paser

TANA PASER,suarabalikpapan.com-DPRD Kabupaten Paser melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Paser, Rabu (10/2/2021). 

RDP dipimpin Wakil Ketua DPRD Paser Fadly Imawan, dihadiri anggota Dian Yuniarti, Lamaludin, Basri M, Edwin Santoso, Rahmadi, Umar, Sabilar Rusdi, Ahmad Rafi’i, Muhammad Saleh, Abdul Azis, Arlina, Sekretaris DPRD, Amiruddin Ahmad serta Asisten Ekonomi Pemkab Paser Ina Rosana.

Wakil DPRD Paser Fadly Imawan mengatakan, hasil evaluasi penanganan Covid-19, bahwa pembatasan aktivitas masyarakat  bisa membunuh ekonomi daerah, terlebih lagi untuk perusahaan kalangan menengah bawah, petani,  pedagang di pasar semua aktivitas ekonomi bisa lumpuh total. Mestinya penyelesaian masalah Covid  diselesaikan dari hulunya bukan dari hilirnya.

“Dari RDP ini banyak masukan dan saran dari anggota DPRD Paser yang hadir dimana masyarakat yang isolasi mandiri ini bisa terpantau dengan baik, karna selama ini yang kami dengar masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang merasa baik-baik saja dan disarankan untuk isolasi mandiri, mereka bisa jalan jalan kemana-mana, seharusnya perlakuan dan pemantauannya sama dengan yang di isolasi di rumah sakit, dan tempat isolasi pasien Covid-19,”katanya.

“Kami juga melihat penerapan PPKM di Kabupaten Paser ini tidak efektif kenapa karena masyarakat yang sehat ditertibkan agar berdiam diri di rumah sedangkan masyarakat  terkonfirmasi positif covid-19 dan disarankan  isolasi mandiri tidak dipantau dengan baik mestinya Satgas selesaikan di hulu dulu buka dari hilirnya yang ditertibkan,” kata Fadly.

“Pemerintah Kabupaten Paser  punya DTT  (Dana Tidak Terduga) sebesar Rp 5 Miliar, dana tersebut bisa digunakan sepenuhnya untuk penanganan Covid-19 bisa kita gunakan untuk membuka ruang perawatan isolasi lagi. Kalau dana Rp 5 miliar itu kita alihkan untuk Covid semua, mungkin ini kan lebih baik, dan bisa menekan angka penyebaran Covid-19 dari masyarakat yang positif yang di sarankan isolasi mandiri,” tegasnya

Ia mengatakan, hasil dari RDP  Tim Satgas Covid-19 akan membuat aturan aturan yang tepat agar penekanan angka postitif Covid-19 bisa berangsur-angsur berkurang.

“Kami berharap mudah-mudahan dengan seperti itu pemantauan dan pelacakan secara masif terhadap kasus positif Covid-19 ini kita bisa menekan angka terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Paser,” harapnya

Sementara itu, anggota DPRD Paser Muhamad Saleh, mengatakan, pembatasan aktivitas di luar rumah sangat menggerus penghasilan pedagang ikan, sayur dan warung makan sebab kebijakan ini membingungkan.

“Banyak yang mengeluh dan melapor ke saya para  pedagang terkait PPKM dan Kaltim Silent dari keputusan Gubernur Sabtu Minggu tidak ada aktifitas ini mereka mengeluh ke saya ada isu pasar di tutup ada yang bilang tidak, ketika pasar kemarin ditutup sementara jam dua siang. Seperti penjual daging contohnya dari semula Rp 120 ribu per kg turun mau tidak mau jadi Rp 90 ribu per kg karna kebijakan PPKM dan Kaltim Silent yang membuat bingung, itu salah satu contoh saja keluhan masyarakat yang masuk ke saya,” tutup Saleh.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

413 views

Berita terkini