by

Edwin Santoso : PPKM dan Kaltim Silent Berdampak pada Perekonomian Masyarakat

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Kaltim Silent akkhir pekan telah berdampak terhadap kegiatan perekonomian masyarakat.

“Penerapan PPKM dan Kaltim Silent di Kabupaten Paser pasti ada dampaknya,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Paser,  Edwin Santoso, usai mengikuti vaksinasi Covid-19 di RSUD Panglima Sebaya, Tanah Grogot, Sabtu (13/2/2021).

“Kenapa berdampak karna ada sebagian masyarakat yang memiliki usaha di malam hari. Seperti angkringan, café-café dan warung kelontong yang buka sampai tengah malam. Kita harus sama-sama paham dan saling mengerti mudahan saja kedepannya ada solusi yang lebih baik lagi dari penerapan ini karna belum efektif juga, karna sampai mana petugas sanggup mengawasi masyarakat yang sehat sedangkan petugas juga terbatas begitu juga anggaran,”  pungkasnya.

“Seharusnya Satgas lebih fokus kepada pasien positif Covid-19 bukan yang tidak positif, karena jumlah yang positif itu tidak terlalu banyak dibandingkan dengan yang tidak positif. Seharusnya lebih fokus ke yang positif saja melakukan monitoring pengawasan yang ketat terutama yang isolasi mandiri di rumah, jangan sampai aktifitas masyarakat ini terhambat, apalagi para pedagang, ketika ekonomi kita menurun  otomatis asupan gizi kita menurun kalau itu menurun malah mudah terjangkit Covid-19,” tegasnya.

Anggota Komisi III DPRD Paser Ahmad Rafi

Terpisah Anggota Komisi III DPRD Paser Ahmad Rafi mengatakan, seharusnya yang dibenahi penanganan Covid-19 dengan melakukan indentifikasi sumber masalah meningkatnya Covid-19 di Kabupaten Paser.

“Sumber masalah di sini kan pasien yang terpapar Covid-19, yang isolasi mandiri di rumah ataupun di ruang isolasi yang di sediakan Pemkab Paser, seharusnya mereka yang harusnya diawasi ketat. Jangan sampai mereka leluasa keluar, atau tidak diawasi dan terpantau menularkan masyarakat yang sehat, itu sumber masalahnya, sementara yang giat dilakukan oleh Satgas Covid-19 yang di lakukan PPKM, sampai jam 22.00 malam, pertanyaannya sekarang apakah Covid-19 keluarnya pada malam hari saja siang hari tidak,” ujarnya.

“Seharusnya yang dipantau itu yang sedang melakukan isolasi mandiri, dan yang di ruang isolasi. Itu yang seharusnya di pantau oleh Satgas Covid-19, dipantau asupan gizinya peningkatan imun tubuhnya, dipantau suhu dan dipantau ruang geraknya agar tidak bergerak bebas di luar, dan juga pasca pasien yang dinyatakan sembuh itu juga harus diawasi meskipun kemungkinannya kecil untuk menyebarkan virus,” terangnya.

Iapun mengimbau kepada Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Paser agar fokus kepada sumber masalahnya bukan malah seperti menakut nakuti masyarakat yang sehat yang sedang melakukan aktifitas ekonomi saat PPKM dan Kaltim Silent.

“Kalau memang harus melakukan kebijakan PPKM dengan pembatasan jam malam, kenapa siang tidak, kita lihat sekarang masyarakat kita ada yang melakukan aktifitas mengundang banyak orang di siang hari. Seperti acara pernikahan dan acara masyarakat kita lainnya dan itu tidak ada larangan sama sekali. Padahal sumber masalahnya bukan itu tapi pasien positif Covid-19 yang diisolasi di rumah namun tidak terpantau dengan baik,” pungkasnya.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

518 views

Berita terkini