by

Imbas Covid-19, Orangtua Siswa Merangkap Jadi Guru

SANGATTA,suarabalikpapan.com–Kebijakan belajar di rumah selama masa pandemi covid-19 menuntut semua orangtua harus menjadi guru sekaligus wali kelas. Ruang belajar yang tak biasa ini, menuntut mereka harus aktif hingga memacu kreativitas. Itu pula yang dirasakan Erma Supiana, orangtua siswa TK Al Furqon Sangatta ini.
TK Al Furqon Sangatta, berada di Jl Yos Sudarso II, Gg Masjid, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur.
Erma Supiana mengatakan, selama masa libur sekolah ini, orang tua juga ikut terlibat aktif dalam pengajaran anak di rumah. Apalagi anaknya, Rezqi, harus aktif juga menyetor tugas dari guru.
Diterangkannya, para siswa diwajibkan menyetor tugas sekolah setiap Senin sampai Jumat. Bila tak setoran tugas, maka dianggap alpa.
“Sebab setiap hari kami absensi anak di grup whatsapp sekolah yang disediakan guru. Absensinya adalah berupa penyetoran tugas rumah yang diberikan guru,” ungkap ibu 4 anak itu.
Dia menerangkan, aktivitas belajar memang terasa sama seperti bersekolah. Karena, hanya tempat sekolah saja yang dipindahkan di rumah. Bedanya, anak belajar di rumah dengan lebih banyak diawasi dan diajarkan orang tua.
“Kami terlibat aktif mengontrol anak, guru sekolahnya selalu rutin memberi tugas dan menanyakan perkembangan melalui grup whatsapp. Beginilah aktivitas rutin anak saya selama libur karena ada wabah Covid-19,” papar dia.
Tapi tak sampai di situ, lanjut Erma, beberapa hari sekali guru wali kelas Rezqi rutin datang ke rumah. Yakni, untuk menanyakan perkembangan sang anak belajar di rumah, yaitu laporan secara langsung.(rls/sb-05)

banner 728x90

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed