by

Kasus Pencemaran Nama Baik Andi Sari Damayanti Dapat Dukungan Lima LBH

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Kasus pencemaran nama baik atau perbuatan tidak menyenangkan yang dialami Andi Sari Damayanti, SH. MH, banyak mendapat perhatian. Walaupun kasus tersebut kini ditangani pihak Kepolisian namun dukungan terus mengalir. Kali ini  dukungan juga diberikan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Organisasi profesi Advokat melakukan deklarasi untuk mengawal laporan kasus tersebut sampai tuntas.

Kelima lembaga itu yakni, LBH Universitas Mulia (UM) yang dihadiri Wuri Sumampouw SH MH, LBH Universitas Balikpapan (Uniba) yang dihadiri  Wawan Sanjaya SH MH, LBH Yustisia Anissa serta Ketua Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI) Balikpapan I Ketut Wirahadi Putra SH MH. Kemudian advokat Irawan SH, H Rusbandi SH, Rudi Simanjuntak SH dan lain-lain.

Kasus yang dialami Andi Sari Damayanti SH MH berawal ketika hasil rapid test miliknya berada ditangan orang lain. Kemudian kasus tersebut berbuntut pidana ketika oknum tersebut mengumumkan secara terbuka di hadapan publik hasil rapid test yang menyatakan dirinya terpapar positif corona.

Karena merasa dirinya telah dipermalukan, dihina dan dianggap membahayakan banyak orang, maka kasus tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian.

Menanggapi hal itu Wuri Sumampouw dari LBH Universitas Mulia  menegaskan, bahwa perbuatan pelaku sangat fatal dan telah melanggar undang- undang tentang kesehatan. Untuk itu dirinya bersama rekan – rekan advokat mendukung penuh langkah dan upaya yang dilakukan Andi Sari Damayanti yang berprofesi sebagai Advokat dengan melaporkan ke pihak yang berwajib.

“Kami tentunya memberi dukungan penuh atas upaya yang dilakukan rekan kami dengan melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Kami siap beri pendampingan hukum jika itu sangat dibutuhkan, namun kami percaya polisi dalam hal ini sangat profesional,”jelas Wuri Sumampow yang juga Sekretaris Peradi Kota Balikpapan. (rls/sb-03).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

224 views

Berita terkini