by

Kejari Tetapkan 1 Tersangka Penyelewengan Dana Pilkada PPU

PENAJAM,suarabalikpapan.com-Kejaksanaan Negeri (Kejari) Penajam menetapkan S selaku tersangka dugaan penyelewengan anggaran negara. S merupakan Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK, saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) 2018 lalu senilai Rp26,4 miliar.
S ditetapkan sebagai tersangka didasari atas barang bukti yang diperoleh pihak kejaksaan. Selain dugaan laporan kegiatan fiktif, S juga diduga telah membuat selisih pembayaran pengadaan/kegiatan atas Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Pada proses penggeledahan di ruang sekretariat KPU PPU pada Senin (14/09/2020), tim Kejaksaan menyita 102 item dokumen, meliputi SPJ (surat perjalanan), nota pembayaran, hingga stempel yang diduga duplikat.
”Proses penggeledahan dilakukan karena yang bersangkutan tidak kooperatif dalam menyampaikan dokumen yang kami minta. Tadi juga kami ambil berkas dokumen yang disimpan tersangka di rumahnya,” kata Kepala Kejari PPU, I Ketut Kasna Dedi.
Berdasarkan penghitungan, angka kerugian sementara sebesar Rp319 juta. Namun, jumlahnya diperkirakan akan bertambah seiring proses penyidikan yang tengah berlangsung oleh Kejari.
“Potensi kerugian negara sampai saat ini masih kami hitung. Dan masih mengumpulkan data-data pendukung pertanggungjawaban kegiatan Pilkada lalu. Nah dari nilai Rp 1 miliar itu kita temukan sekitar Rp300 juta (kerugian),” ujar I Ketut Kasna Dedi.
Pihak Kejaksaan masih terus melakukan pengembangan. Sebagian besar, kasus dugaan penyelewengan anggaran Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati PPU 2018 terkait pengadaan.
“Kami masih terus dalami dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” pungkasnya.(sb-07)

banner 728x90

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed