by

Kelanjutan Pembangunan Bandara Paser, Kemenhub Tunggu Hibah Aset Rampung

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Pembangunan bandar udara (bandara) di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, sampai saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah pusat. Padahal, Pemerintah Kabupaten Paser telah melengkapi beberapa dokumen sebagai syarat pembangunan bandara kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

“Sudah sekian lama proses pengusulannya sampaikan kepada Kemenhub. Bahkan, satu tahun terakhir ini lebih banyak menunggu proses yang dilakukan bidang aset BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah),” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Paser,  Inayatullah, kepada media ini, Senin (18/1/2021).

Untuk pembangunan bandara, menurut Inayatullah sesuai permintaan dari Kemenhub harus dihibahkan aset terlebih dahulu kepada pemerintah pusat kemudian Kemenhub akan mengucurkan anggaran pembangunan fisik.

“Proses hibah telah diproses oleh BPKAD sejak Januari 2020. Sampai saat ini, kami masih menunggu perkembangannya. Hibah tersebut harus mendapat persetujuan dari DPRD,” kata Inayatullah.

“Itu bidang aset yang menilai. Kriteria diatas Rp 5 miliar. Kalau mengacu 40 persen proses pembangunan bandara mencapai Rp40 miliar. Tapi kan kalau aset BPKAD ada nilai susutnya, itu nilai akhir pada saat putus kontrak 2014 lalu,” terangnya.

Apabila proses administrasi hibahnya rampung, berlanjut penyerahan ke Kemenhub kemudian mendapat kucuran dana untuk pembangunan fisik bandara yang telah dimasukkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 166 Tahun 2019 tentang Tatanan Kebandaraudaraan Nasional sebagai syarat utama pembangunan bandara baru.

“Bandara Paser ini sudah tercatat di dalam rencana induk pengembangan bandara se-Indonesia. Tinggal menunggu resmi penghibahannya, supaya itu menjadi aset mereka (Kemenhub),” terangya.

“Jadi proses pembebasan lahan dulu rampung, baru bandara itu dibangun. Cuma sayangnya pembangunan kala itu tersendat, dan akhirnya terputus. Kami berharap paling cepat di APBD Perubahan 2021. Target akhir Januari ini sudah selesai hibah aset ini,” harapnya.

Rencana awal pembangunan bandara dengan landasan pacu sepanjang 1.800 meter dan luas mencapai 250 hektare tersebut akan masuk dalam 20 bandara terbesar di Indonesia.

“Kondisi yang ada sudah dilaksanakan sekarang oleh pemda, hitungan terakhir mencapai 40 persen, baik sisi udara, darat (terminal) secara keseluruhan,” akunya.

Sekadar diketahui, pembangunan Bandara Paser mulai dibangun tahun 2013, namun terhenti pada 2015 lalu lantaran tersandung masalah hukum.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 views

Berita terkini