by

KHL Balikpapan Rp2,3 Juta, Mengacu pada Pekerja Lajang

SEMANGAT:Pekerja lajang menjadi acuan penetapan KHL

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Dinas Tenaga Kerja telah melakukan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kota Balikpapan. KHL tersebut dilakukan survei pada lima pasar
Tradisional yaitu Pasar Klandasan, Pasar Sepinggan, Pasar Rapak, Pasar Baru, dan Pasar Pandansari. Sesuai hasil survei KHL Balikpapan mengacu pada pekerja lajang yakni sebesar Rp2,3 juta.
Menurut Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan, Dinas Tenaga Kerja Balikpapan, Niswati, KHL mengacu pada pekerja lajang soalnya kalau sudah berkeluarga pasti kebutuhannya lebih besar.
“Kami mengacu KHL untuk pekerja lajang karena untuk keluarga tidak ada ketentuan,” terangnya.
Sementara itu, untuk Upah Minimum Kota (UMK) sebagai jaring pengaman supaya upah tidak merosot di tingkat paling rendah. Untuk itu pemerintah melakukan intervensi terkait penetapan upah minimum terendah. Sementara untuk bekerja dengan masa kerja diatas 1 tahun seharusnya sudah tidak mengacu lagi pada UMK.
“Tapi ada ketentuan seperti skala upah, dan perusahaan wajib mengatur dalam struktur skala upah. Ini merupakan kebijakan perusahaan sendiri dan wajib dilaporkan kepada Disnaker,” katanya.
Dengan begitu banyak perusahaan kecil yang mesti banyak berkoordinasi dengan Disnaker. Menurutnya, sejauh ini ada di undang-undang. Jadi, ketika perusahaan mengajukan peraturan perusahaan, harus menyebutkan mediator yang memeriksa pengupahan tersebut.
“Sebenarnya untuk pemeriksaan itu merupakan tugas pengawas ketenagakerjaan. Jadi mungkin bisa dikoordinasikan dengan pegawai pengawas ketenagakerjaan. Dan ini beberapa sudah memenuhi,” jelasnya.
Dalam hal ini Disnaker sebagai pembina hanya diwajibkan kepada perusahaan untuk menyampaikan struktur skala upah saat mengajukan pengesahan usaha.
“Struktur skala upah ini menjadi titik temu antara kemampuan perusahaan membayar dan nilai upah,” pungkasnya.(sb-01).

banner 728x90

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed