by

KPU Balikpapan Gelar Raker Persiapan Uji Publik Terhadap DPS

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com—KPU Kota Balikpapan menggelar Rapat Kerja Persiapan Uji Publik Terhadap Daftar Pemilih Sementara (DPS) dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan Tahun 2020 yang digelar di Aula Kantor KPU, Sabtu (19/09/2020).
Hadir pada Raker ini adalah Ketua PPK dan Anggota serta Ketua PPS dan Anggota sekota Balikpapan. Kehadiran mereka untuk membahas persiapan uji publik terhadap DPS yang baru saja ditetapkan beberapa waktu lalu.
Komisioner KPU Kota Balikpapan Yan Fauzi Wardana, selaku divisi perencanaan, data dan informasi di KPU Kota Balikpapan menyampaikan kepada seluruh peserta yang hadir siang itu, bahwa Raker ini sengaja digelar untuk menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah upaya jemput bola dalam mendapatkan tanggapan dan masukan dari masyarakat atas DPS yang sudah ada dalam kegiatan uji publik.
Lebih lanjut Yan Fauzi menyampaikan, uji publik ini dilakukan untuk mendapatkan tanggapan dan masukan dari masyarakat terhadap DPS dengan tujuan untuk menghasilkan data pemilih yang valid dan akurat. “Uji publik ini dilakukan berbasis kelurahan dan dilaksankan oleh PPS. Jadi silahkan kepada teman teman PPS untuk menampilkan DPS itu di tempat tempat tertentu di wilayah kelurahan yang bersangkutan. Agar warga di daerah tersebut dapat melihat langsung, nama nama yang sudah masuk ke DPS,” ujar Yan Fauzi.
Ia juga menyebutkan, DPS tersebut digandakan menjadi tiga rangkap di setiap kelurahan atau setiap PPS. Yang pertama ditempel di kantor kelurahan. Yang kedua diserahkan ke Ketua RT atau ditempel di tempat-tempat strategis. Sedang yang ketiga dijadikan arsip oleh PPS. “Jadi DPS itu ditempel di masing masing RT. Karenakan rangkapnya kan per TPS. Misalnya TPS 1 mau ditempelkan di mana, mau di tempat RT di mana. Karenakan satu TPS itu ada yang dua RT ada pula yang satu RT. Jadi terserah mereka mau ditempel di mana. Yang jelas di tempat tempat startegis agar bisa dibaca oleh warga,” ujar Yan Fauzi lagi.
Ia juga menyampaikan, PPS dapat mengundang PPDP, petugas regristrasi kependudukan di kelurahan, PKD, tim kampanye pasangan calon maupun tokoh masyarakat yang dianggap paham dengan kondisi kependudukan di kelurahan masing masing. “Selain dilakukan dengan cara menyebarkan DPS di beberapa titik, uji publik dapat dilakukan secara daring dan luring atau tatap muka. Dengan mengundang tokoh masyarakat setempat dan bisa juga tim kampanye pasangan calon,” imbuh Yan Fauzi lagi.
Dalam melakukan uji publik DPS melalui tatap muka, Yan Fauzi menyampaikan agar wajib mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid 19.
“Jadi teman-teman PPS saat melakukan uji publik dengan cara tatap muka, wajib mengenakan masker, face shild dan sarung tangan. Dan yang terpenting dalam uji publik melalui tatap muka ini harus menjaga jarak dan pesertanya tidak boleh banyak. Paling banyak ada 30 orang,” pungkasnya.(sb-02)

banner 728x90

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed