BERSEJARAH: Masjid Jogokariyan Yogyakarta.

YOGYAKARTA,suarabalikpapan.com-Masjid Jogokariyan dibangun pada tahun 1966 dan mulai digunakan pada 1967. Nama masjid diambil dari nama kampung di mana masjid itu berdiri, Kampung Jogokariyan. Tepatnya ada di Jalan Jogokariyan 36, Kelurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Hal ini mengikuti kebiasaan Nabi Muhammad SAW yakni memberi nama masjid sesuai dengan masjid itu berada.
Pada Jumat (30/8/2019) suarabalikpapan.com menyempatkan diri untuk salat di masjid tersebut dan sempat bertemu dengan pegurus DKM Kalimantan Tengah dan Jawa Barat yang melakukan studi banding tentang pengelolaan masjid.
Menurut informasi dari warga sekitar, Masjid Jogokariyan pada awalnya saldonya kosong. Waktu itu, ada warganya sedang kritis membutuhkan biaya pengobatan. Kemudian Ketua Dewan Kemakmuran (DKM) Masjid Jogokariyan Ustadz Jazir membawa warganya ke rumah sakit, ia lalu menelepon bendahara masjid untuk menanyakan uang kas masjid yang terdapat Rp40 juta. Lalu diberikanlah kepada warga yang sedang kritis untuk dioperasi sebesar Rp 32 juta. Sementara sisanya Rp 8 juta diberikan setelah operasi sehingga uang kas Masjid Jogokariyan mengalami kekosongan alias nol.
Kemudian para jamaah melakukan pertemuan untuk membahas uang kas yang kosong. Lalu apa yang terjadi para jamaah cukup antusias untuk berinfak.
Mereka mendukung program masjid membantu orang miskin. Mereka paham masjid butuh operasional. Namun sebenarnya yang dibutuhkan masjid bukan hanya operasional tetapi bagaimana membantu umat. Walaupun masjid terlihat sederhana, tetapi kegiatannya terus bergulir tak henti-hentinya, seperti kegiatan Jambore Hijrah Bikers 2019. (sb-03).