by

Pekerja Migas Bantu Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami, Kirimkan Tenaga Medis, Rescue dan Relawan

-Uncategorized-0 views

Balikpapan-Gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada Minggu (28/9/2018) lalu mengundang gerakan kepedulian semua elemen masyarakat. Tak terkecuali para pekerja hulu migas. Mereka memiliki empati yang sama untuk meringankan beban para korban dengan mengirimkan bantuan dan personel terlatih yang dapat diberdayakan bersama elemen masyarakat-pemerintah di lokasi bencana.
Tim relawan yang terdiri pekerja SKK Migas dan beberapa perusahaan migas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) ini mengemban misi kemanusiaan yang sangat mulia. Beranggotakan tenaga medis, tim rescue dan tenaga relawan lainnya, mereka hadir di lokasi bencana. Tim rescue bertugas mencari korban baik yang hidup ataupun yang sudah meninggal dunia. Sedangkan tim medis memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang sangat membutuhkan.
Menurut Manajer Operasi SKK Migas Kalsul, Roy Widiartha, bencana yang terjadi di wilayah tersebut menjadi empati semua pihak termasuk para pekerja hulu migas.
“Kami menghadirkan tim rescue dan tim medis untuk membantu penanganan tanggap darurat bencana. Selain itu, bantuan yang kami berikan ada langsung kepada korban dan juga melalui instansi maupun melalui Forum CSR Sulawesi Tengah yang merupakan kepanjangan tangan Pemprov Sulawesi Tengah untuk mendistribusikan pada pihak-pihak yang tepat,” ujar Roy.
Diakui Roy, dalam penyaluran bantuan memang membutuhkan koordinasi dengan semua pihak, selain pengungsi yang tersebar di beberapa lokasi, akses mencapai lokasi korban saat ini masih banyak hambatan. Namun hingga kini, tim relawan SKK Migas-KKKS masih mendukung pemerintah dan instansi terkait dalam penanganan korban sampai tanggap darurat bencana berakhir.
Menurutnya, beberapa bantuan medis saat ini juga telah ditambah oleh SKK Migas-KKKS. Beberapa tenaga medis telah sampai di beberapa lokasi begitu pula obat-obatan yang dibutuhkan para korban dan pengungsi. Di Puskesmas Biromaru, ratusan pasien tiap harinya dilayani oleh petugas medis dari pagi hingga malam.
“Selama 24 jam tenaga medis kami melayani pasien. Mereka bekerja secara suka rela memberi layanan kesehatan pada masyarakat yang datang. Bencana ini menjadi duka kita semua. Melalui empati dan bantuan dari semua pekerja hulu migas yang telah memberi kontribusinya, saya menghaturkan terimakasih,” tandas Roy.
Tangan-tangan pekerja hulu migas secara suka rela memberi dukungan pada korban gempa dan tsunami. Walau tugas pokok mereka mencari sumber-sumber energy untuk negeri, namun saat ini energi dan empati pekerja migas sedang fokus menghapus lara untuk korban di Palu, Donggala dan Sigi.(sb-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 views