by

Pemkot Sukses Turunkan Angka Penderita Stunting

Rizal Effendi

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Pemerintah Kota Balikpapan sukses menekan peningkatan jumlah kasus stunting di Balikpapan pada tahun 2019 hingga 4,7 persen.
“Stunting ini menjadi perhatian serius dari Presiden makanya kami fokus untuk melakukan pencegahan,” kata Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, kepada media ini.
Menurutnya, sejak awal 2019, Pemkot Balikpapan terus berupaya menekan jumlah kasus stunting dengan melibatkan Puskesmas dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
“Stunting ini sangta berbahaya karena menyerang di dalam kandungan yang dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi lambat, lantaran mempengaruhi perkembangan otak sehingga anak cenderung tidak cerdas,” katanya.
Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarti mengatakan, sesuai data jumlah kasus stunting di Balikpapan mengalami penurunan.
“Pada awal tahun kasusnya mencapai 33 persen. Kemudian turun 18 persen dan sekarang tersisa 4,7 persen atau tersisa 10 ribu anak dari 741 ribu jiwa penduduk di Balikpapan,” akunya.
Penanganan kasus stunting d Balikpapan, kata dokter yang akrab disapa Dio ini, DKK fokus pada anak di bawah usia 2 tahun.
“Kami fokus untuk anak 0 sampai 2 tahun untuk membangun otaknya agar menjadi cerdas,” terangnya.
Dio menambahkan, setiap pertemuan dengan masyarakat DKK selalu mengkampanyekan tentang upaya-upaya pencegahan stunting. Seperti pertemuan dengan PKK dan kegiatan Germas.
“Saya berharap seluruh masyarakat ikut bersama-sama mencegah terjadinya kasus stunting pada anak,” pintanya.(sb-02).

banner 728x90

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed