by

Penerapan PPKM, Target PAD 2021 Sebesar Rp692 M Sulit Tercapai

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan sebesar Rp 692 miliar pada tahun 2021 dinilai cukup berat tercapai  di tengah-tengah Pandemi Covid-19. Apalagi dengan diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilanjutkan dengan kebijakan Gubernur Isran Kaltim Steril atau masyarakat diminta tinggal di rumah selama dua hari yakni pada Sabtu dan Minggu .

“Saya kira agak sulit Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) mengoptimalkan penerimaan pajak daerah melalui pembayaran online bagi pelaku usaha, tanpa harus tatap muka di tengah Pandemi Covid-19,” kata Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, H Haris, kepada awak media, Jumat (5/2/2021).

Politikus PDI Perjuangan ini menjelaskan, adapun target pajak daerah tahun 2021 yang harus dicapai kurang lebih Rp515 miliar.

“Dalam kondisi pandemi saat ini, agak berat untuk bisa tercapai dengan diterapkannya PPKM serta masyarakat disuruh berdiam di rumah selama dua hari sesuai program Kaltim Steril Sabtu dan Minggu. Ini sangat berpengaruh pada tingkat pendapatan pelaku usaha, yang seharusnya antara kesehatan dan kegiatan usaha masyarakat harus sama-sama berjalan,”  ujar anggota DPRD Dapil Balikpapan Kota ini.

Haris mengungkapkan, sesuai data yang diperoleh dari  BPPDRD, apabila dibandingkan pada bulan yang sama Januari 2020 sebelum pandemi Covid-19 penerimaan daerah mencapai Rp35 miliar. Sedangkan pada Januari 2021 setelah pandemi Covid-19 hanya mencapai Rp 27,6 miliar atau mengalami penurunan Rp7,4 miliar.

“Nah, langkah yang harus dilakukan BPPDRD untuk menggenjot penerimaan daerah yaitu harus aktif mengupdate data wajib pajak, serta pemasangan alat perekam transaksi usaha berupa tapping box yang diharapkan setiap wajib pajak  jujur melaporkan setiap transaksi,” katanya.

Haris menambahkan, menurunnya penerimaan pajak daerah per Januari 2021 akibat beberapa sumber penerimaan daerah mengalami penurunan omzet seperti hotel, restoran, tempat hiburan, tempat wisata dan lainnya.

“Penurunan omset ini akibat pandemi Covid-19 serta kebijakan PPKM oleh Pemkot Balikpapan. Padahal PAD terbesar dari pajak daerah sekitar 72 persen sehingga menghambat pencapaian target daerah dan inshaallah mungkin setiap  beberapa bulan sekali kami dari komisi III akan mengupdate PAD di tengah-tengah pandemi Covid-19,” pungkas Haris.(sb-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

389 views

Berita terkini