by

Petugas KPU Balikpapan Ditolak Pertamina Lakukan Coklit

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com– Ketua Komisi Pemilihan (KPU) Kota Balikpapan Noor Thoha mengatakan, manajemen Pertamina menolak Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang akan melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada 2020.
“Kendalanya, karena covid-19 tidak semua masyarakat mau didatangi dan menerima. Salah satunya yang tidak mau menerima, seperti di apartemen Pertamina di Balikpapan Barat kami tidak boleh masuk dari pintu ke pintu,” kata Noor Thoha, kepada suarabalikpapan.com, lewat ponselnya, Kamis (23/07/2020).
Menurutnya, manajemen Pertamina hanya memperbolehkan melakukan coklit melalui video call ataupun telpon, menghindari tatap muka. Namun hal itu tidak mungkin, karena ada berkas AA1 yang harus diserahkan.
“Mereka mau lewat video call, lewat telpon mau menghindari tatap muka. Masalahnya kan kita harus menyerahkan AA1 yang satu lembar dibagi, satu lembar untuk KPU, 1 lembar untuk bersangkutan,” katanya.
Selain itu petugas juga harus menempel stiker tanda sudah dilakukan tahapan coklit dan masuk sebagai daftar pemilih. “Kami harus menempel stiker itu. Kami akan berkoordinasi dengan Bawaslu untuk penyelesaiannya sehingga bisa dilakukan coklit,” aku Thoha.
Sementara itu, Region Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Kalimantan, Roberth M.V. Dumatubun menjelaskan, pelaksanaan Coklit di Apartemen agak berbeda dengan Coklit yang dilaksanakan dari rumah ke rumah, karena di apartemen diberlakukan protokol covid, dimana terjadi pembatasan sosial dalam hal pertemuan tatap muka dan lalu lintas orang di apartemen.
Roberth menuturkan, pada prinsipnya Coklit adalah rentetan program pemerintah utk Pilkada serentak di Balikpapan khususnya dimana Pertamina dalam hal ini tunduk dan mendukung penuh pelaksanaan program pemerintah dan prosesnya.
Warga apartemen tidak seluruhnya berKTP Balikpapan, dan dapat mengikuti Pilkada Balikpapan, namun pihak manajemen apartemen sudah dihubungi dan siap membantu petugas coklit dengan ikut mendata dan mengumpulkan kebutuhan data coklit dengan tetap mengacu pada prosedur covid. Pihak apartemen sudah berkordinasi dengan Tim Cokkit Kelurahan dan juga dengan Tim di Kecamatan untuk membahas pelaksanaan coklit tersebut.
“Terjadinya mis komunikasi tersebut, menjadi evaluasi dan telah dilakukan langkah komunikasi yang diperlukan, tentunya dalam rangka mendukung program Pemerintah Pilkada Serentak dan juga mendukung kelancaran pendataan warga dalam bentuk Coklit tersebut,” ujar Roberth.(sb-02)

banner 728x90

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed