by

PHM Bangun Kemandirian Masyarakat dalam Menghadapi Bencana

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Fatmawati, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Samboja, tak pernah menyangka dalam situasi pandemi bisa mendapatkan pesanan menjahit 1.000 masker kain. Pesanan itu pun bisa dikerjakan dalam waktu singkat bersama lima orang temannya sesama anggota Kelompok Jahit PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Kusuma Dewi, yang merupakan mitra binaan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Masker yang mereka buat adalah pesanan PHM, sebagai salah satu bantuan penanggulangan pandemi COVID-19 untuk Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang kemudian dibagikan kepada masyarakat.
“Saya bangga bisa membantu orang lain agar tetap sehat, apalagi saat bertemu warga yang memakai produk buatan kami,” kata Fatmawati. Dalam satu hari, Kelompok Jahit Kusuma Dewi mampu menyelesaikan 15 lusin (180 buah) masker kain.

PHM melibatkan mitra binaan kelompok jahit setempat di Kecamatan tempat pendistribusian bantuan diserahkan.

Pola pengadaan masker kain dan pendistribusian serupa juga diterapkan oleh PHM di Kecamatan Anggana dan Muara Jawa, semua dengan melibatkan kelompok jahit setempat. Sejak awal pandemi, PHM telah bergerak bersama pemangku kepentingan terkait di lima kecamatan yang berada di sekitar Wilayah Kerja Mahakam. “PHM berusaha berkontribusi dalam 3 fokus utama, yaitu: pembentukan sumber daya terorganisir, pemberdayaan masyarakat, dan tanggap darurat masyarakat,” kata Sunaryanto, Pjs General Manager PHM.
Implementasi prinsip tanggap bencana tidak lepas dari Rencana Tanggap Darurat (Emergency Response Plan) yang ada di perusahaan. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi, PHM tidak hanya mempersiapkan sistem, peralatan dan sumber daya manusia saat situasi normal, namun juga siap saat terjadi kondisi darurat. “Nilai itu yang ingin kami tularkan ke masyarakat,” ujar Sunaryanto.
Maka, inisiatif PHM untuk membangun masyarakat siaga melalui pembentukan sumber daya terorganisir, menjadi misi perusahaan. Membantu pembentukan Barisan Sukarelawan Kebakaran dan Bencana (Balakarcana) di sejumlah desa, adalah upaya PHM guna membangun kemampuan masyarakat di tingkat desa untuk tanggap terhadap bencana. Kelompok-kelompok ini diberikan pelatihan pemadaman api, penyelamatan di air (water rescue), serta pertolongan pertama (first aid). Hasilnya, anggota kelompok binaan PHM telah berperan aktif membantu petugas Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kecamatan Muara Jawa dan Samboja dalam memadamkan kebakaran termasuk kebakaran hutan.
Dalam aspek pemberdayaan masyarakat saat situasi darurat, strategi PHM adalah menggandeng mitra dari kecamatan setempat untuk membantu menyalurkan bantuan serta memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal. Karena pandemi COVID-19 ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat, maka PHM juga berusaha menggunakan sumber daya lokal untuk mendukung upaya perusahaan. Misalnya dalam pembuatan tangki-tangki air untuk cuci tangan yang dibagikan ke kecamatan, PHM memanfaatkan bengkel las setempat. “Tujuannya, membantu perekonomian masyarakat agar tetap berputar,” jelas Sunaryanto.
Kelompok yang paling rentan juga tidak luput dari perhatian perusahaan. PHM telah menyalurkan bantuan langsung kepada dua kelompok utama, yaitu masyarakat yang terdampak langsung dan petugas kesehatan. Penyaluran bantuan kepada kedua kelompok ini juga dilaksanakan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait agar tidak terjadi tumpang tindih atau salah sasaran.
Selain itu, PHM juga mendukung upaya bersama industri hulu migas di bawah koordinasi SKK Migas dalam gerakan 1 juta hand sanitizer. Bahkan PHM mendukung penelitian untuk membuat hand sanitizer berbahan dasar tanaman bakau, yang banyak terdapat di Delta Mahakam.
Di saat Bangsa Indonesia merayakan 75 tahun kemerdekaan, di tengah krisis multi dimensi akibat pandemi, maka menjalin kolaborasi antara perusahaan, pemangku kepentingan, dan masyarakat, demi membangun kemandirian masyarakat menjadi tantangan bersama. Namun dengan semangat gotong royong, yang merupakan nilai luhur bangsa Indonesia, tantangan apa pun dapat dihadapi bersama untuk menuju Indonesia Maju. Dirgahayu Republik Indonesia.(sb-02)
banner 728x90

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed