by

PHM Gandeng Dinas Kehutanan Kaltim dan Pemkab Kukar, Sosialisasikan Keselamatan Operasi Migas

SEMANGAT:Sosialisasi keselamatan operasi migas yang digelar PHM.

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Bahaya kebakaran dan ledakan menjadi ancaman serius bagi kegiatan hulu migas. Guna memberi pemahaman terkait keselamatan masyarakat dan operasi migas di wilayah Delta Mahakam sebagai wilayah kerja (WK), PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sebagai salah satu anak perusahaan Pertamina tak henti-hentinya melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Bersama Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur serta Pemerintah Kabupaten Kutai Kartangera, PHM melakukan kolaborasi kegiatan Sosialisasi Terpadu mulai 5 sampai 8 November lalu, di Tanjung Aju Desa Tani Baru, Tanjung Berukang Desa Sepatin, Muara Jawa dan Samboja.
Kegiatan sosialisasi tepadu ini rutin yang dilakukan PHM untuk terus memberikan pemahaman kepada masyarakat di sekitar daerah operasi migas agar tetap menjaga keselamatan semua pihak, baik bagi perusahaan, lingkungan dan masyarakat sekitar operasi migas saat beraktivitas sehari-hari.
Staf Humas SKK Migas Kalimantan Sulawesi, Faizal Abdi, yang hadir saat itu mengatakan, kegiatan hulu migas adalah kegiatan negara yang perlu mendapat dukungan dari semua pihak baik stakeholder daerah dan masyarakat luas. Saat ini kebutuhan bahan bakar minyak terus meningkat mencapai 1,6 juta barel perhari. Disatu sisi produksi hanya dikisaran 775 ribu barel perhari.
“SKK Migas dan KKKS terus melakukan upaya pencarian cadangan-cadangan migas yang baru. Lapangan yang sudah ada cenderung produskinya terus menurun. Kami membutuhkan dukungan semua pihak untuk kelancaran operasional kegiatan migas,”ujar Faizal.
Sementara itu, Bagian Pemerintahan Pemkab Kutai Kartanegara Stepanus Tung Liah mengatakan, kegiatan hulu migas memberikan sumbangsih terhadap devisa dan pendapatan bagi daerah melalui dana bagi hasil. Apalagi Pemkab Kukar hingga saat ini sangat bergantung dengan DBH Migas untuk pembangunan daerahnya. Sehingga jika kegiatan migas terganggu akan berdampak pula pada penerimaan dan pembangunan pemerintah daerah sebagai daerah penghasil migas.
“Hingga kini Pemkab Kukar APBD-nya sangat bergantung dari DBH Migas. Kami berharap produksi migas dapat terus naik. Selain itu , masyarakat yang berada diwilayah opearsi migas untuk dapat bersama-sama memberikan dukungan bagaimana agar operasional migas baik secara teknis maupun non teknis dapat berjalan lancar,” ungkap Stepanus.
Managemen PT PHM melalui Bagian SDS/SRS South Representatif, Hidayatullah menegaskan keberadaan fasilitas PT. PHM yang berada di darat dan di Delta Mahakam perlu mendapat perhatian dari masyarakat luas. Sehingga aktivitas seperti berkebun ataupun nelayan hendaknya tidak mendekat difasilitas tersebut.
“Pada pihak masyarakat yang beraktivitas berkebun dan berada sepanjang jalur pipa untuk tidak melintas di jalur pipa dengan kendaraan berat yang dapat mengancam kerusakan pipa migas. Sedangkan bagi nelayan untuk tidak mendekat dan beraktivitas di dekat fasilitas migas yang berada di muara atau di laut. Sangat berbahaya,” katanya.
Menurutnya, kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga keselamatan lingkungan di sekitar operasi migas perlu untuk terus ditingkatkan.
“Semua pihak tak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi perusahaan, stakeholder pemerintah dan masyarakat adalah kunci bagaimana kegatan hulu migas dapat berjalan lancar, baik eksplorasi dan produksi,” pungkasnya.(sb-02).

banner 728x90

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed