BERSAHAJA:Ketua Bidang Polhukam DPD PKS Balikpapan Subari saat berada di ruang kerjanya, di gedung parlemen Balikpapan.

BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com-Jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kota Balikpapan 2020, sejumlah partai politik (parpol) mulai melakukan konsolidasi guna menentukan siapa calonnya yang akan diusung. Selain melakukan survei elektabiltas calon ada juga yang menentukan lewat mekanisme musyawarah secara internal. Salah satunya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berhasil meraih enam kursi pada Pileg 2019 sehingga berhak membentuk satu fraksi di DPRD Balikpapan masa bakti 2019-2024.
Terkait penentuan calon Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Balikpapan yang akan diusung pada Pilkada 2020, PKS Balikpapan akan menggelar Pemilihan Umum Internal Raya (Pemira) pada pekan ini. Pemira akan diikuti pengurus DPD dan pengurus PKS tingkat kecamatan.
“Jadi tujuan Pemira ini untuk menjaring nama-nama kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan sesuai dengan pilihan kader untuk diusung pada Pilkada Kota Balikpapan 2020,” kata Ketua Bidang Polhukam DPD PKS Kota Balikpapan, Subari, kepada suarabalikpapan.com, di ruang kerjanya, pada Kamis (15/8/2019).
Menurutnya, pada Pemira akan ditentukan lima kader dari PKS yang akan diusung dengan melihat tingkat elektabilitas dari kader tersebut. Salah satu yang disebut-sebut masuk dalam bursa yang bakal diusung dalam Pemira yakni Ketua Dewan Pimlpinan Daerah (DPD) PKS Kota Balikpapan Sonhaji.
“Intinya kami akan memilih kader-kader terbaik partai untuk diusung dalam Pilkada,” kata Subari yang merupakan anggota Komisi I DPRD Balikpapan ini.
Subari menuturkan, hasil dari Pemira akan disampaikan ke DPD sebagai bahan rujukan bagi DPW dan DPP PKS.
“Hasil dari pemira akan kami publikasikan karena Pemira merupakan aspirasi dari seluruh kader tentang calon-calon kepala daerah yang akan diusung pada Pilkada 2020,” ujar Subari.
Ia menambahkan, pada Pilkada 2020, PKS akan berkoalisi dengan partai lainya, karena untuk mengusung calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan syaratnya harus sembilan kursi, sedangkan PKS hanya punya enam kursi.
“Jadi PKS masih butuh tambahan tiga kursi lagi untuk bisa mengusung calon kepala daerah. Saat ini kami mulai melakukan pendekatan dengan parpol lainnya guna membangun komunikasi politik, terutama parpol yang berhasil meraih kursi di legislatif,” pungkasnya.(sb-03).