by

Raperda APBD Paser 2019 Terdapat Saldo Rp 442,373 Miliar

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Wakil Bupati Kabupaten Paser Kaharuddin menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Paser Tahun Anggaran 2019, dalam rapat paripurna, di gedung parlemen Paser, Senin (29/06/2020). Rapat dipimpin Ketua DPRD Hendra Wahyudi, didampingi unsur wakil ketua dan anggota.
Dalam paparanya Wakil Bupati Paser, Kaharuddin mengatakan,
Laporan Keuangan Daerah Kabupaten Paser Tahun 2019 telah diperiksa BPK RI Perwakilan Kalimantan Timur yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah, Hari selasa tanggal 31 Maret 2020 melalui video conference, dan pada tanggal 23 Juni 2020 bertempat di Gedung Auditorium Kantor BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur dengan menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut kepada Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Paser.
“Syukur Alhamdulillah, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kembali diberikan kepada Kabupaten Paser untuk yang ke tujuh kalinya. Suatu Prestasi yang sangat membanggakan bagi pemerintah Kabupaten Paser, karena bukan persoalan mudah untuk meraihnya, hingga 7 tahun berturut-turut. Dan yang lebih susah untuk tetap mempertahankan prestasi yang telah dicapai, Semuanya membutuhkan kerja keras, komitmen dan kecakapan dari pemimpin beserta Organisasi Perangkat Daerah OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Paser,” kata Kaharuddin dihadapan pimpinan OPD dan anggota DPRD yang terhormat.
Kaharuddin menjelaskan, realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2019 adalah sebesar Rp 2,648 triliun atau sekitar 105,04% dari anggaran yang ditetapkan dalam APBD 2019 sebesar Rp 2,521 triliun, jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan tahun anggaran 2018 sebesar Rp 2,059 triliun atau terjadi peningkatan realisasi pendapatan sebesar Rp 589,100 miliar lebih atau sekitar 28,61%.
“Jadi realisasi total pendapatan tersebut diperoleh dari
Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 166,152 miliar rupiah lebih, pendapatan transfer total sebesar Rp 2,005 triliun rupiah lebih, yang diperoleh dari transfer pemerintah pusat-dana perimbangan, transfer pemerintah pusat-lainnya dan transfer pemerintah provinsi dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp 476 miliar lebih,” kata Kaharuddin.
Sedangkan untuk belanja daerah, sampai akhir Desember 2019, pengeluaran belanja terealisasi sebesar Rp 2,504 triliun lebih atau 88,87% dari total alokasi belanja yang ditetapkan sebesar Rp 2,817 triliun lebih.
“Pada tahun anggaran 2019, pembiayaan diprediksi sebesar Rp 296,661 miliar lebih dengan realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp 298,336 miliar lebih atau 100,56%. Pada tahun anggaran 2019, tercatat sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berjalan sebesar Rp 442,373 miliar lebih. Berdasarkan laporan operasional untuk tahun berakhir sampai 31 Desember 2019, terdapat pendapatan sebesar Rp 2,94 triliun lebih dengan beban sebesar Rp 2,73 triliun lebih,” kata Kaharuddin.
Pada kesempatan itu, Kaharuddin meminta kepada masyarakat Paser agar tetap menjaga kesehatan, mengatur pola hidup sehat, dan wajib memenuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, selalu mencuci tangan dan menjaga jarak agar terhindar dari paparan Covid-19.(sb-06)

banner 728x90

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed