by

RDP Komisi II dan Perusda, Terungkap Setoran Bagi Hasil Perusda Ke Pemkot Balikpapan hanya Rp 20 Juta

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Komisi II DPRD Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Kota Balikpapan di ruang Komisi, pada Rabu (27/1/2021). RDP membahas  soal penyertaan modal Pemerintah Kota Balikpapan dan aset yang dimiliki Perusda.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, H Haris mengatakan, dalam beberapa tahun ini, Perusda tidak terlalu boming. Padahal harapan  kepada Perusda sangat besar, seperti bekerjasama dan mencari investor tetapi kenyataannya Perusda seperti antara ada dan tiada.

“Kami sangat kaget setelah mendengar bagi hasil dari Perusda ke Pemkot Balikpapan pada tahun 2019, hasilnya sangat miris sekali hanya Rp 20 juta. Saya kira, kalau sudah tidak sanggup memimpin dan memajukan Perusda bikin surat mundur saja. Soalnya hasilnya cuma jutaan aja, kami menilai kok seperti itu ternyata dari 9 program (kor bisnis) yang berjalan hanya jargas (jaringan gas), perumahan. Sementara Kawasan Industri Kariangau (KIK) dan yang lainya itu tidak berjalan. Kami minta tolonglah Perusda harus bangkit apalagi dalam keadaan seperti sekarang Perusda itu harus punya inovasi mencari investor, jangan ada Perusda tetapi seakan-akan tidak ada,” sindir H Haris.

H Haris mengatakan, alasan  KIK tidak berjalan, karena masalah tanah  120 hektar  yang belum di serahkan Pemkot ke perusda.

“Tetapi sepengetahuan kita beberapa bulan yang lalu, bahwa tanah yang 120 hektar itu sudah jadi sertifikatnya. Padahal rencananya ada kerjasama dengan KKT (Kaltim Kariangau Terminal). Coba hal ini ditindak lanjuti jangan hanya menunggu saja. Dalam keadaan seperti sekarang ini kan kita butuh investor yang masuk ke Balikpapan, dari tahun 2010 sampai sekarang Perusda ini tidak pernah ada gaungnya,” katanya.

Selanjutnya mengenai penyertaan modal dasar sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2014 menyebutkan Rp 50 milliar dan berdasarkan hasil audit BPKP sudah Rp46 miliar tersalurkan itu berbentuk aset.

 “Kami minta datanya, aset apa saja dari Rp46 milliar tersebut yang sudah ada sama Perusda. Dalam pertemuan berikutnya kami akan panggil Direksi Perusda, Pengawas Perusda dan BPKAD,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perusda Kota Balikpapan, Purba Wijaya, mengatakan, RDP kali ini, hanya membahas verifikasi  tentang Perda penyertaan modal dan  progres Perda Tahun 2020. 

“Kalau mengenai penyertaan modal dasar Perusda itu, harus diklarifikasi dulu dan harus berdasarkan dokumen. Saya tidak berani banyak komentar mengenai penyertaan modal ini, takut tidak sinkron, karena saya tidak pegang dokumen. Penyertaan modal yang disebutkan sesuai Perda itu ada hal-hal yang mendasar di situ. Artinya perlu klarifikasi,  dan yang diklarifikasi dari Pemkot saya belum melihat suratnya. Apa isi klarifikasi suratnya tersebut. Kalau mengenai penyertaan modal dasar dari Pemkot ke Perusda itu panjang ceritanya. Saya cari dulu datanya dan saya konfirmasi ke Pemkot,” kata Purba Wijaya usai RDP.

Ia menjelaskan, ada 9 kor bisnis yang dikelola Perusda  diantaranya Kawasan Industri Kariangau (KIK), bus sekolah, jargas, Jembatan Tol Teluk Balikpapan, coastal road, serta perumahan atau properti.

“Kalau mengenai keuntungan, Perusda ini bukan cari untung, tetapi bermanfaat apa tidak terhadap masyarakat. Contoh harga jargas Rp4.500 per kubik setaranya 4 kubik dengan 3 tabung gas 3 kilogram. Dari 9 yang dikelola oleh Perusda pemasukan bonafitnya untuk bayar gaji, ada sisanya sih tapi kan tidak seberapa karena kami tidak komersil, berbeda sama yang komersil. Jadi yang menonjol dari 9 kor bisnis itu hanya properti saja. Besaran peyetoran PAD ke Pemkot tidak bisa rata-rata seperti jargas tidak ada untungnya tapi untuk bayar gaji saja,” katanya.

“Kalau secara keseluruhan dijadikan satu untuk setor PAD-nya tapi kan ada kost-kost lain seperti pajak yang harus dibayar, terus yang kedua bayar hutang yang lalu-lalu itu harus kita selesaikan. Dari kumulatif setor PAD ke Pemkot  pada tahun 2019 sebesar Rp20 juta,” aku Purba.(sb-03)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

44 views

Berita terkini