KOMPAK:Rektor Unmul Masjaya (kanan) bersama Gubernur Kaltim Isran Noor (tengah) dan Ketua DPRD Kaltim M Syahrun (kiri)

Suarabalikpapan.com,BALIKPAPAN-Kabar gembira bagi masyarakat Kaltim. Setelah menjadi kandidat kuat menjadi calon ibu kota negara menggantikan DKI Jakarta, kali ini putra daerahnya disebut-sebut bakal masuk jajaran kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
“Iya, benar. Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin mempersilakan kami sebagai relawan untuk merekomendasikan putra daerah terbaik, termasuk Kaltim, untuk masuk jajaran kabinet,” kata Penanggung Jawab Koordinator untuk Relawan Ma’ruf Amin (Kurma), Ir H Fatchurrohman Nugroho didampingi pengasuh Pondok Pesantren Jalak Ireng, Kiai Aris Munandar, pada Minggu (4/8/2019) sore.
Menurut Fatchurrohman, relawan Kurma merekomendasikan dua nama untuk masuk jajaran kabinet. Pertama, Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si. dan Gubernur Kaltim Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si.
Fatchurrohman menjelaskan, pihaknya merekomendasikan Masjaya karena dinilai memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menduduki jabatan menteri. Selain sebagai akademisi, pria berdarah Mandar, Sulawesi Barat tersebut cukup berpengalaman dalam organisasi.
Saat ini, Masjaya menduduki jabatan strategis di bidang pendidikan, yakni ketua presidium Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI). Ia juga pernah menjadi ketua Tim Kajian Penentuan Calon Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara, anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, dan wakil ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kaltim.
“Beliau juga memiliki pengalaman kerja sama internasional di bidang pendidikan, di antaranya, dengan Jepang, Jerman, Prancis, Belanda, dan Arab Saudi,” kata Fatchurrohman.
Untuk Gubernur Kaltim, Isran Noor juga sangat layak direkomendasikan sebagai menteri dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf karena berpengalaman di birokrasi. Ia pernah menjabat satu periode sebagai wakil bupati dan dua periode sebagai bupati Kutai Timur.
Pria berdarah Kutai dan Bugis tersebut juga cukup berpengalaman di bidang organisasi. Isran pernah menjabat sebagai ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), ketua umum Perhimpunan Penyuluhan Pertanian Indonesia (Perhiptani), serta organisasi internasional sebagai sekretaris harian Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East Asean Growth Area (BIMP EAGA).
“Jadi, saya kira kedua tokoh ini layak masuk jajaran kabinet Jokowi-Ma’ruf selama lima tahun ke depan,” pungkas Fatchurrohman. (rilis/sb-02)