AKRAB:Wawali Rahmad Mas’ud berdialog dengan murid SD Nasional KPS didampingi anggota DPRD RI Hetifah Sjaefudian dan Kadisdikbud Muhaimin.

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Sebanyak 97 murid ABC kelas V SD Nasional KPS Balikpapan mengikuti seminar Bullying (perundungan) dan Pubertas yang diselenggarakan pihak sekolah bersama Komisi X DPR RI, Selasa (13/8/2019).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua Komisi X Bidang Pendidikan DPR RI Hetifah Sjaefudian, Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan Kadisdikbud Kota Balikpapan Muhaimin serta empat psikolog yakni Cristin Yoga, Riska, Patricia CWR, Renny Oceanita dan Rio Dwi Setiawan.
Kehadiran Hetifah dan Rahmad Mas’ud selain memotivasi juga mengajarkan kepada murid agar menghindari perbuatan perundungan kepada sesama murid baik di sekolah maupun di rumah.
Hetifah menilai konsep anti bullying sangat bagus bagi anak-anak dan diharapkan anak-anak mendapatkan pengetahuan ini menjadi pionir untuk mengajarkan kepada anak yang lain mengenai konsep dasar anti bullying.
“Bukan saja di sekolah tapi dimana pun supaya kita bisa membangun kota layak anak dimulai dari rumah, perjalanan ke sekolah dan sekolah. Mereka merasa selalu bahagia dan keselamatan, keamanan terjamin,” tuturnya.
“Kita mulai dari pengetahuan dasar apa itu bullying, kenapa itu bisa terjadi dan dampak negative bagi korban dan respon anak jika melihat terjadinya ada teman perlakuan kurang baik dalam bentuk apakah ancaman, penghinaan, olok-olok bahkan cyber bullying,” jelasnya.
Sejak usia dini perlu diperkenalkan sikap-sikap toleran, saling menghargai tidak menyakiti dan lingkungan sekolah harus mendukung itu supaya mereka nyaman mengikuti kegiatan belajar.
“Dan ketika mengalami itu mereka paham harus menyampaikan kemana dan nanti anak-anak akan berkembang baik secara psikologis maupun fisiknya,” katanya.
Rahmad Mas’ud meyakini murid KPS di Balikpapan memiliki karakter yang kuat dan moral yang baik sebagai salah satu syarat menjadi generasi yang cemerlang untuk menjadi pemimpin.
“Anak-anakku disni khusus SD KPS akan mencetak menjadi pejabat-pejabat Balikpapan ya, bisa jadi wali kota, gubernur, bahkan presiden bahkan bisa seperti bunda kita ini (Hetifah) beliau adalah anggota DPR RI dari Golkar yang mengurus orang-orang Kalimantan Timur,” tutur Rahmad saat membuka dialog dengan murid.
Untuk memancing semangat murid, Rahmad memberikan kuis berupa pertanyaan-pertanyaan kepada murid dengan memberikan reward. Seperti Muhammad Paras Sidik berani menjawab pertanyaan wakil walikota meminta untuk membacakan hafalan ayat kursi. Dengan lancar ayat kursi dilafalkan. Begitupula Izah Ayu Nafisha yang menjawab pertanyaan seputar slogan Balikpapan Beriman Kubangun kKujaga dan Kubela.
Selain itu Rahmad juga meminta kepada murid SD KPS untuk menjadi anak-anak yang pintar dan bertaqwa dengan melaksanakan salat lima waktu dengan pendidikan agama yang baik.(sb-02).