by

Setiap Instalasi Listrik Wajib Kantongi SLO, Melanggar Denda Rp500 Juta Sesuai UU Ketenagalistrikan

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Musibah kebakaran yang sering terjadi di Balikpapan akibat korsleting listrik membuat khawatir sejumlah elemen masyarakat. Seperti diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Kontraktor Listrik Nasional (Paklina) Provinsi Kalimantan Timur, Wahyudin SPd. Ia menilai seringnya terjadi korsleting listrik akibat banyaknya instalasi listrik yang sudah cukup lama sehingga tidak laik operasi.
“Hal inilah yang membuat instalasi listrik di permukiman warga rawan terjadi kebakaran,” kata Wahyudin, kepada media ini, Kamis (13/08/2020) sore.
Wahyudin mengungkapkan, seharusnya instalasi listrik milik warga mengantongi Sertifikasi Laik Operasi (SLO) yang diterbitkan oleh lembaga inspeksi teknik yang ditunjuk oleh pemerintah.
“SLO ini sebagai bukti bahwa suatu instalasi listrik milik warga atau konsumen telah berfungsi dan memenuhi persyaratan untuk beroperasi. Sebab saya perkirakan sekitar 60 sampai 70 persen rumah tangga yang telah memiliki instalasi listrik di Balikpapan belum mengantongi SLO,” ujar Manager Area PT Jasa Inspeksi Kelistrikan Indonesia (JIKI) Wilayah Kaltim ini.
Ia menegaskan, setiap instalasi listrik yang beroperasi wajib memiliki SLO dan dipasang oleh tenaga teknik memiliki Sertifikasi Kompetensi Direktorat Jendral Ketenagalistrikan (Serkom DJK) yang menggunakan material Standar Nasional Indonesia Direktorat Jendral Ketenagalistrikan (SNI-DJK) sesuai dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.
“Sanksinya cukup berat loh bagi yang tidak mengantongi SLO yakni denda Rp500 juta,” kata Wahyudin.

Musibah kebakaran di kawasan Pelayaran Prapatan, Balikpapan Kota yang diduga akibat korsleting listrik

Menurutnya, sudah saatnya Pemkot Balikpapan mewajibkan setiap warga yang telah memiliki instalasi listrik agar mengantongi SLO guna meminimalisir terjadinya kebakaran.Begitu juga tenaga yang memasang instalasi listrik bukan tenaga abal-abal yang belum mengantongi sertifikat.
“Soalnya saya lihat rata-rata instalasi listrik milik warga Balikpapan sudah cukup lama dan tidak laik operasi sehingga rawan terjadi korsleting yang dapat menyebabkan kebakaran,” terangnya.
Pemerintah kota, lanjut Wahyudin bisa membuat regulasi setiap rumah tangga yang memiliki instalasi listrik wajib mengantongi SLO karena ini amanat Undang-Undang.
“Dengan adanya SLO ini bisa mengurangi risiko terjadi kebakaran di permukiman warga,” katanya.
Sekadar diketahui selama bulan Agustus ini telah terjadi kebakaran hebat melanda kawasan permukiman warga Balikpapan yang diduga akibat korsleting listrik. Pertama di kawasan Pelayaran, Kelurahan Prapatan, Balikpapan Kota, pada Minggu (2/08/2020) malam. Kemudian kebakaran kedua yakni rumah warga di Kampung Baru Ujung, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, pada Selasa (11/08/2020) malam.(sb-01)
banner 728x90

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed