Balikpapan-Adanya pemeriksaan atau sweeping terhadap kendaraan yang melakukan penjemputan penumpang di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan mendapat sorotan dari anggota DPRD Kaltim, Ahmad Rosyidi.
 Aksi itu dinilainya tidak etis, apalagi memperlakukan sama antara mobil pribadi dengan taksi gelap dan driver online yang menjemput penumpang. “Aksi terkesan pihak Angkasa Pura (AP) tidak profesional dalam melayani penumpang. Selain itu, aparat yang dilibatkan dalam aksi sweeping membuat masyarakat tidak simpati. Padahal, aparat seharusnya melindungi dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat, bukan menakut-nakuti,” kata Ahmad Rosyidi, kemarin.
 Sepengetahuannya, lanjut pria yang akrab disapa Ustaz Rosyidi ini, pemeriksaan di bandara wajib dilakukan ketika penumpang melewati pintu metal detector. “Janganlah memperlakukan penumpang itu seperti teroris. Kita ini sama-sama mencari nafkah, apalagi kondisi ekonomi negara sedang sulit,” terangnya.
 Dia menuturkan, pemeriksaan terhadap penumpang bandara telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 127 Tahun 2015 tentang Program Keamanan Penerbangan Internasional. “Di dalam peraturan itu, setiap penumpang  pesawat udara dan barang bawaan wajib diperiksa seperti ponsel, ikat pinggang, jaket, dan topi. Jadi tidak disebutkan pemeriksaan terhadap taksi gelap, driver online, atau kendaraan pribadi,” tandasnya.
 Selaku wakil rakyat, dirinya khawatir orang yang keberatan terhadap aksi sweeping itu melakukan gugatan hukum kepada AP dan aparat terkait.
 “Saya berharap aksi sweeping ini tidak terulang kembali. Karena tugas utama Angkasa Pura adalah memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada penumpang, bukan  memberikan rasa tidak nyaman,” pungkasnya. (sb-01)