by

Syukri : Pajak THM Balikpapan Sesuai UU/28 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Menanggapi aspirasi yang disampaikan Forum Komunikasi Tempat Hiburan Balikpapan (FKHB) untuk meminta agar Pemerintah Kota  Balikpapan merevisi besaran pajak yang dikenakan kepada pengusaha THM.

Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Balikpapan Syukri Wahid mengatakan, target pajak masih sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dimana setinggi-tingginya 65 persen. Sedangkan Kota Balikpapan hanya 60 persen.

“Besaran pajak hiburan yang tertinggi sebenarnya berasal dari bioskop bukan THM. Jadi kontribusi pajak kita hiburan itu dari bioskop,” kata Syukri, kepada awak media, Senin (15/3/2021).

Menurutnya, kontribusi pajak hiburan Balikpapan hampir Rp6 miliar pertahun dimasa pandemi. Serta pajak hiburan di Balikpapan juga tertinggi se-Indonesia yaitu kabupaten/kota rata-rata hanya menarik pajak 30 persen.

“Namun melihat spirit Kota Balikpapan sebagai kota beriman mengharapkan agar mampu menekan orang untuk kesana. Sehingga kita berharap,  justru pajak tertingginya berasal dari bioskop,” harapnya.

“Jadi sementara kita biarkan dari mekanisme pembahasan dulu karena masing-masing fraksi akan berpendapat terkait apakah setuju perubahan target potongan pajak itu,” katanya.

“Nanti yang menentukan adalah fraksi. Jadi kita apresiasi mendengarkan aspirasi pengusaha hiburan tapi biarkan nanti apakah secara kajian akademisinya yang juga disodorkan oleh badan pajak daerah atau nanti kebijakan politis di Bapemperda,” pungkasnya.(sb-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

30 views

Berita terkini