by

Terdampak Covid-19, Pelaku Jasa Resepsi Pernikahan Paser Hearing dengan DPRD

TANA PASER,suarabalikpapan.com–Pandemi Covid-19 tak tahu kapan berakhir, sementara kebutuhan sehari-hari harus tetap terpenuhi. Kondisi inilah yang dirasakan pelaku jasa resepsi pernikahan yang tergabung dalam Aliansi Kuli Wedding (AKW) Paser.
Hal ini disampaikan Ketua AKW Paser Achmad Noviansyah dalam hearing yang difasilitasi Komisi II DPRD Paser, pada Rabu (02/09/2020). Hearing dipimpin Wakil Ketua DPRD Paser H Fadly Imawan dan menghadirkan Asisten Ekonomi Setda Paser Hj Ina Rosana, Juru Bicara Gugus Tugas Amir Faisol dan OPD terkait.
“Sejak pandemi Covid-19, masyarakat tidak berani menggelar acara resepsi pernikahan seperti dulu, guna mencegah penularan Covid-19. Kondisi ini sangat kami rasakan dampaknya, padahal itu bisa digelar asalkan pelaksanaannya menerapkan protokol kesehatan,” kata Achmad Noviansyah.
Dalam hearing yang berlangsung di ruang Bappekat dan dihadiri Kabag Ops Polres Paser Kompol Sarman serta perwakilan Kodim 0904/Tng, Achmad Noviansyah lebih lanjut mengatakan, bahwa pihaknya mampu memberikan jasa resepsi pernikahan dengan protokol kesehatan.
Untuk itu, Achmad Noviansyah berharap DPRD Paser membantu mendorong agar pembuat kebijakan memberikan solusi untuk usaha jasa wedding di masa pandemi Covid-19.
“Kami telah menyusun teknis resepsi pernikahan dengan protokol kesehatan, lengkap dengan videonya,” ucapnya.
Terkait harapan AKW Paser, Fadly Imawan mempersilakan Ina Rosana dan Amir Faisol secara bergantian memberikan tanggapannya, termasuk kepada Anggota Komisi II DPRD Paser. Seperti Yairus Pawe, Lamaluddin dan Rahmadi.
“Pemkab Paser sekarang sedang menyusun Peraturan Bupati (Perbup) tentang Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, semua kegiatan masyarakat akan diatur dalam Perbup tersebut, termasuk acara resepsi pernikahan,” kata Amir Faisol.
Hal senada disampaikan Ina Rosana. Sebenarnya acara resepsi pernikahan sudah mulai digelar di masyarakat, tetapi tidak seramai seperti dulu karena masyarakat tetap mengendepankan protokol kesehatan.
Hanya saja, tambah Ina Rosana, masih ada masyarakat yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehaatan, tentunya penularan Covid-19 akan tetap mengancam.
“Semoga dengan adanya Perbup ini nanti kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan semakin meningkat,” pungkasnya.(rls/sb-06)

banner 728x90

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed