by

Waduh! Oknum PNS dan 2 Pelajar di PPU Terlibat Pencurian Sarang Burung Walet

PENAJAM,surabalikpapan.com – Sebanyak 7 tersangka diamankan oleh Tim Rajawali Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Penajam Paser Utara (PPU). Mereka terlibat pencurian sarang burung walet di 6 lokasi berbeda. Dari ketujuh tersangka, satu orang merupakan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 2 pelajar.
Ketujuh pelaku tersebut adalah, Ra (24 ) sekaligus otak pencurian, MS (19 ), RD (17 ) status pelajar, AL (16) status pelajar, AP (22 ), Her (39 ) dan SG (31 ) yang merupakan PNS di salah satu dinas. Selain mengamankan tersangka, petugas kepolisian juga menyita sejumlah alat bukti seperti linggis, martil besar, 35 pcs sarang burung walet seberat 189 gram, serta dua unit kendaraan bermotor jenis bebek yang digunakan pelaku saat melakukan pencurian.
Kapolres PPU, AKBP Dharma Nugraha mengatakan, pengungkapan kasus pencurian itu berawal dari informasi masyarakat yang curiga terhadap pelaku yang hendak menjual sarang burung walet, pada Rabu (16/09/2020), di wilayah kelurahan Petung Kecamatan Penajam.
“Setelah mendapat laporan sekira pukul 09.30 wita itu, tim kami langsung mendatangi lokasi untuk bertemu dengan tersangka. Petugas berpura-pura sebagai pembeli. Setelah itu tim langsung melakukan pemeriksaan dan pengembangan. Dari dua tersangka itu akhirnya bertambah menjadi tujuh orang, mereka punya peran masing masing,” ungkap Dharma Nugraha, Kamis (17/09/2020).
Dari keterangan 2 tersangka, Tim Rajawali Satreskrim Polres PPU kemudian menjemput pelaku lainya di rumahnya masing masing. Pada proses penyelidikan, para tersangka sudah melakukan aksinya sejak awal Agustus lalu.
“Mereka sudah melakukan enam kali pencurian sarang burung walet di enam lokasi yang berbeda. Hasil dari lima tempat sudah mereka jual Rp20 juta. Namun, baru tiga pemilik sarang burung walet yang sudah melapor,” imbuh Kapolres.
Enam lokasi itu diantaranya berada di bangunan walet di RT 01 Kelurahan Penajam, bangunan walet di RT 07 Desa Labangka Kecamatan Babulu, bangunan walet di Kelurahan Petung Kecamatan Penajam, satu bangunan walet di belakang pasar induk Nenang.
Kapolres menjelaskan, modus operandi yang dilakukan para tersangka, yakni dengan berpura pura nongkrong di sekitar TKP sambil memantau situasi. Proses pencurian dilakukan pada tengah malam hingga dini hari dengan mencongkel pintu hingga membongkar dinding bangunan dengan menggunakan martil.
“Mereka punya peran berbeda beda. Ada yang mengawasi lokasi, ada yang membongkar pintu, dan ada yang memetik sarang burung. Nah, dari hasil penjualanya, mereka bagi sesuai kesepakatan,” tuturnya.
Untuk lima orang pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat 1 dan 4 KUHP, tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sedangkan dua pelaku yang tercatat masih di bawah umur, akan diproses sesuai undang undang anak.(sb-07)

banner 728x90

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed