by

Warga Kaget Air Sungai Kandilo Berubah Warna, DLH : Biasa Terjadi Setiap Tahun

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Perubahan warna air Sungai Kandilo mirip tumpahan minyak mentah (crude oil) membuat kaget warga Kabupaten Paser terutama di Kecamatan Tanah Grogot. Perubahan warna air Sungai Kandilo dikhawatirkan telah tercemar Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sebab sebagai pemasok utama kebutuhan air  di wilayah Kecamatan Tanah Grogot dan sekitarnya.

Menanggapi perubahan warna air Sungai Kandilo Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran & Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser, Achmad Safari, mengatakan perubahan warna itu biasa  terjadi setiap tahun.

“Perubahan situasi dan kondisi air Sungai Kandilo ini menjadi satu peristiwa yang berulang hampir setiap tahun. Jika dilihat peristiwanya serupa dengan kejadian  tahun lalu,” kata Achmad Safari, kepada media ini, Kamis (4/2/2021).

Namun demikian ia belum bisa memastikan  komponen yang membuat pemandangan di sepanjang aliran Sungai Kandilo tersebut berubah merupakan komponen yang sama dengan perubahan warna air Sungai Kandilo beberapa tahun lalu.

“Secara spesifikasi kami belum bisa memastikan, apakah sama atau berbeda dengan penyebab yang terjadi di tahun lalu,” ujarnya.


Kabid Pengendalian Pencemaran & Kerusakan Lingkungan, DLH Paser, Achmad Safari

Perubahan kondisi air Sungai Kandilo tersebut bukanlah disebabkan dari tumpahan benda cair yang berbahaya, seperti minyak dan oli. Perubahan tersebut terjadi diduga terjadinya eutropikasi yang ditimbulkan dari komponen makanan bagi tumbuhan yang tidak terserap dengan baik.

“Jika kami lihat secara sepintas ini mirip dengar kejadian Eutropikasi. Jadi seperti pupuk kompos yang tidak terserap seluruhnya kedalam tanah, nah inilah yang masuk ke sungai sebab sering terjadinya hujan,” jelasnya. Namun ia menegaskan bahwa perubahan tersebut tidak menyebabkan kondisi vatal bagi ekosistem di sepanjang aliran Sungai Kandilo.

“Efek negatif pasti ada, tapi kami rasa tidak sampai menyebabkan kematian ekosistem di daerah aliran Sungai Kandilo,” akunya.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

940 views

Berita terkini