
BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com- Syukri Wahid Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Balikpapan 2021-2026 pesimis pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan mencapai 5 persen pada tahun 2022 dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini.
Hal ini diungkapkan Syukri Wahid, kepada awak media, usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang), di gedung parlemen Balikpapan, pada Senin (2/8/2021).
Menurut Syukri, pada tahun 2021 ini saja pertumbuhan ekonomi masih minus 0,65 persen dan pada 2020 lalu minus 0,23 persen. “Menurut keterangan pihak Perbankan (BI) bahwa suku bunga saat ini masih berkisar diangka 1 persen. Bila Covid-19 terus berlanjut, maka angka pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan tahun 2022 hanya dikisaran 3,5 persen,” kata politisi PKS ini.
Syukri menegaskan, dirinya pesimis apabila pertumbuhan ekonomi Balikpapan mencapai 5 persen pada 2022 artinya Pemkot gagal merealisasikan target pertumbuhan ekonomi. Apa lagi jabatan Wali Kota hanya 3 tahun.
Selain itu, pada tahun 2022 Pemkot harus mengalokasikan anggaran untuk BPJS Kesehatan Kelas III sebesar Rp Rp70 miliar dan seragam sekolah untuk pelajar kurang lebih Rp20 miliar. Begitu juga anggaran untuk penanganan banjir pada 80 titik yang membutuhkan dana cukup besar.
“Saya berharap pemkot harus berhati-hati dalam membuat program. Sebab tugas Wali Kota merealisasikan program kerja. Sedangkan anggota dewan tugasnya mengawasi,”pungkas anggota DPRD Dapil Balikpapan Utara ini.(sb-03).












