Provinsi Kaltim

30 SLB di Kaltim, Gubernur Isran : Wujudkan SDM Berkualitas

24
×

30 SLB di Kaltim, Gubernur Isran : Wujudkan SDM Berkualitas

Share this article
Gubernur Isran Noor saat melantik pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator dan pejabat pengawasdi ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim

SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor menegaskan sesuai visi dan misi Berani untuk Kaltim Berdaulat dengan harapan terwujud pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berakhlak mulia dan berdaya saing, terutama perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas. Orang nomor satu Benua Etam ini pun berkomitmen dapat meningkatkan kualitas SDM di Kaltim, terutama penyandang disabilitas. Hal itu, lanjutnya didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Kurniawan menjelaskan, dengan jumlah 11 Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri dan 19 SLB swasta, total sebanyak 30 SLB se Kaltim.

Jumlah ini ujarnya, meyakinkan Pemprov Kaltim untuk mewujudkan SDM berkualitas bagi penyandang disabilitas. “Kita yakin mampu membangun SDM berkualitas dengan kekuatan yang ada. Semoga, mohon bantuannya dan dukungannya. Termasuk dukungan pemerintah pusat, mudahan juga ada,” kata Gubernur Isran Noor baru-baru ini saat Rapim Gubernur bersama Perangkat Daerah lingkup Pemprov Kaltim.
Bagi Gubernur Isran, pendidikan khusus menjadi perhatian serius Pemprov Kaltim, meski kondisi terbatas fisiknya, tetapi kemampuan akademik dan kreativitas pasti dimiliki para penyandang disabilitas. Karena itu, Pemprov Kaltim meyakini mampu mendidik dan membina SDM penyandang disabilitas melalui pendidikan khusus di SLB. Apalagi, sambung Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Kaltim menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN), tentu bukan SDM yang normal saja didukung, tetapi penyandang disabilitas tetap diutamakan.
“Kita minta pusat juga terus membantu Kaltim dalam pengembangan SDM, tak terkecuali disabilitas melalui SLB yang dimiliki Pemprov Kaltim,” harapnya.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Muhammad Kurniawan menjelaskan saat ini memang banyak masyarakat yang sungkan menyekolahkan anak mereka ke SLB dengan berbagai alasan. Namun demikian, Pemprov Kaltim memastikan masyarakat bahwa anak-anak SLB memiliki hak sama untuk menjadi SDM berkualitas.
“Mulai dari usia empat tahun hingga 18 tahun penyandang disabilitas menjadi perhatian Pemprov Kaltim. Dengan kekuatan SLB yang ada, baik negeri dan swasta se Kaltim kita akan lengkapi sarana dan prasana mereka. Sehingga, Kaltim memiliki SDM berkualitas sesuai visi dan misi Gubernur dan Wagub,” ungkapnya.(sb-02/adv/kominfo-kaltim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *