SAMARINDA,suarabalikpapan.com–Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim HM Syafranuddin mengatakan, 80 persen Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan provinsi Kaltim belum memiliki tenaga arsiparis. Menurutnya, keberadaan tenaga arsiparis di suatu lembaga, OPD, instansi maupun perusahaan sangat vital. Karena dengan adanya tenaga arsiparis, maka dokumen penting yang dimiliki akan aman dan terjaga dengan baik.
80 Persen OPD Pemprov Kaltim Tak Punya Arsiparis
Apalagi, kata HM Syafranuddin, dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan sejarah, budaya dan sebagainya. Untuk itu, DPK Kaltim, lanjut mantan Kepala Biro Adpim Setdaprov Kaltim ini membuka kerjasama dengan sekolah-sekolah, khususnya di tingkat SMK untuk program pelatihan arsiparis. Diharapkan, melalui program tersebut, nantinya akan banyak tenaga arsiparis yang ada di Kaltim.
“Pengarsipan dokumen bagi pemerintah sangat penting. Apalagi ketika ada permasalahan yang berkaitan dengan hukum. Jika tidak ada arsip, maka bisa saja pemerintah provinsi Kaltim kalah ketika menghadapi gugatan,” katanya. Dengan Kaltim ditunjuk menjadi Ibu kota Nusantara (IKN), tentu pengarsipan dokumen yang terkait dengan segala sesuatu proses mulai dari tahap sebelum menjadi IKN hingga pemilihan Kaltim menjadi IKN sangat diperlukan. Dimana peristiwa tersebut menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa, terkhusus lagi untuk generasi di Kaltim mendatang.(sb-02/adv/dpk-kaltim)












