
BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-DPR telah mengesahkan Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN) pada sidang paripurna, 18 Januari 2022. Setelah ada UU, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memilih calon kepala daerah ibu kota baru. Berdasarkan rapat Pansus RUU IKN ada empat calon kepala otorita ibu kota baru. Calon kepala otorita ibu kota baru adalah Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), Tumiyana, Bambang Brodjonegara, serta Azwar Anas.
Karena IKN ini berada di Kaltim, untuk itu diharapkan ada beberapa tokoh masyarakat dari Benua Etam yang berkompeten masuk dalam struktur Badan Otorita IKN yang diberi nama Nusantara ini. Mereka adalah Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Prof Dr H Masjaya MSi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan (STIEPAN) Prof Dr H Suhartono SE, MM yang juga Guru besar Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya, Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Besar Suku Kalimantan (PKBSK) Dr Theresia Hosanna SH,MH serta tokoh Kaltim lainya.
“Saya kira ketiga tokoh itu masing-masing Pak Mas Jaya, Pak Suhartono dan Ibu Theresia layak masuk dalam struktur Badan Otorita IKN,” ujar Pemerhati IKN yang juga pendamping kelompok tani di Kaltim H Fatchurrohman Nugroho, kepada awak media, Minggu (23/1/2022).
Fatchurrohman Nugroho yang akrab disapa Fathur ini berharap ada tokoh dari Kaltim yang menduduki posisi penting di Badan Otorita IKN. “Saya kira harus ada putera daerah yang memiliki kapasitas untuk duduk di Badan Otorita IKN,” ujar Fathur.
Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Adat Dayak Paser Nasional (DADPN) Samuel Pelampung, menurutnya perlu adanya tokoh daerah Kaltim yang duduk di Badan Otorita IKN. “Saya kira urgen benget sebab pembangunan IKN ini harus bisa menaikan harkat dan martabat masyarakat sekitar IKN,” ujar Samuel kepada media ini, Minggu (23/1/2022).
Samuel mengatakan, biasanya pembangunan infrastruktur fisik tidak diikuti oleh pembangunan infrastruktur sosial terutama di kawasan perkotaan dengan teknologi yang cukup maju. “Yang saya khawatir masyarakat sekitar hanya sebatas euphoria jual tanah akhirnya setelah IKN mereka miskin kembali. Jadi saya berharap infrastruktur sosial ini harus benar-benar menjadi perhatian khusus dari pemerintah,” harapnya.
Terkait tokoh Kaltim yang perlu menduduki jabatan struktur di IKN? Samuel mengatakan, hal itu sangat penting. Seperti Rektor Unmul Mas Jaya. “Sebagai akademisi yang cukup lama di Kaltim saya kira Mas Jaya layak menduduki struktur di IKN karena beliau sudah mengenal cukup lama infrastruktur sosial masyarakat di Kaltim. Begitu juga putera daerah lainya yang cukup potensial menduduki jabatan di IKN,” pungkasnya.(sb-01)












